Lotusa Batulicin Hadirkan Live Music
Perkuat Daya Tarik Wisata dan Ekonomi Malam Tanah Bumbu
Perhotelan di Kalimantan Selatan terus bergerak menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat dan wisatawan. Tidak hanya menawarkan tempat menginap, hotel kini berkembang menjadi ruang interaksi, hiburan, kuliner, dan gaya hidup yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satu langkah tersebut dilakukan Lotusa Batulicin by Swiss-Belhotel, yang menghadirkan program “The Sound of Camelia”, sebuah pertunjukan live music yang dikemas dalam suasana elegan dan eksklusif bagi para tamu maupun masyarakat umum.
Program hiburan tersebut menjadi bagian dari strategi hotel dalam memperkuat daya tarik destinasi wisata Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, dengan menghadirkan pengalaman berbeda melalui perpaduan antara musik, suasana premium, dan layanan perhotelan.
Tim Marketing Lotusa Batulicin by Swiss-Belhotel ,Novita Lubis mengatakan, kehadiran program live music tersebut merupakan upaya Lotusa Batulicin untuk memberikan nilai tambah bagi para tamu sekaligus menciptakan ruang hiburan berkualitas di kawasan Tanah Bumbu.
“Setiap penampilan memiliki cerita baru. Melalui konsep live music ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan bagi tamu, baik yang datang untuk menginap, menikmati kuliner, maupun sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga dan rekan,” ujar Novita.
Menurutnya, perkembangan industri hotel saat ini tidak lagi hanya bergantung pada tingkat hunian kamar (occupancy), tetapi juga kemampuan menghadirkan produk pengalaman (experience) yang membuat masyarakat memiliki alasan untuk kembali berkunjung.
Program The Sound of Camelia menghadirkan pertunjukan musik secara rutin setiap Rabu, Jumat, dan Sabtu, mulai pukul 19.30 hingga 22.30 WITA. Konsep tersebut dirancang untuk memberikan suasana santai dengan sentuhan elegan, sehingga cocok bagi berbagai segmen pengunjung.
Kehadiran fasilitas hiburan seperti ini dinilai memiliki dampak positif terhadap ekosistem pariwisata daerah. Hotel tidak hanya menjadi tempat persinggahan wisatawan, tetapi juga menjadi bagian dari rantai ekonomi kreatif yang melibatkan musisi, pelaku kuliner, hingga sektor jasa lainnya.
Batulicin sendiri memiliki posisi strategis sebagai salah satu kawasan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan. Perkembangan sektor pertambangan, perdagangan, investasi, serta potensi wisata alam Tanah Bumbu membuka peluang besar bagi industri perhotelan untuk terus berinovasi.
Novita menambahkan, Lotusa Batulicin berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan dan program yang mendukung pertumbuhan pariwisata lokal.
“Kami berharap kehadiran berbagai kegiatan di hotel dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi daerah, sekaligus menjadi pilihan baru bagi masyarakat Tanah Bumbu dan wisatawan yang berkunjung,” katanya.
Dengan konsep yang menggabungkan akomodasi, hiburan, dan pengalaman gaya hidup, Lotusa Batulicin menunjukkan bahwa industri perhotelan memiliki peran lebih luas dalam membangun ekosistem pariwisata daerah.
Bukan hanya menyediakan kamar bagi wisatawan, tetapi juga menciptakan ruang pertemuan, hiburan, dan aktivitas ekonomi yang ikut menghidupkan denyut pariwisata Batulicin dan Tanah Bumbu.(Olpah Sari).
