Bukan Sekadar Jualan, UP2K PKK Banjarmasin Belajar Menangkap Pasar

0
BANJARMASIN UMKM

Mengubah Cara Pandang Usaha Keluarga dari Membuat Produk Menjadi Memahami Konsumen

Banyak usaha kecil lahir dari rumah. Bermula dari dapur sederhana, keterampilan tangan, serta keinginan membantu perekonomian keluarga.

Namun perjalanan sebuah produk untuk bertahan di tengah persaingan pasar membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan membuat barang berkualitas.

Produk yang baik membutuhkan cerita, kemasan yang menarik, strategi pemasaran yang tepat, dan kemampuan memahami apa yang sebenarnya dicari konsumen.

Pola pikir itulah yang mulai dibangun Pemerintah Kota Banjarmasin kepada para kader Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK.

Mereka tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk, tetapi juga memahami bagaimana sebuah produk dapat diterima dan memiliki nilai lebih di pasar.

Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Anggota UP2K PKK se-Kota Banjarmasin di Aula Rumah Kemasan.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti perwakilan kader UP2K PKK dari lima kecamatan dan 52 kelurahan.

Materi yang diberikan tidak berhenti pada aspek administrasi usaha, tetapi menyentuh kebutuhan pelaku usaha saat ini, mulai dari penguatan merek, strategi promosi, fotografi produk, pembuatan konten digital, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mengatakan perubahan dunia usaha saat ini menuntut pelaku ekonomi keluarga memiliki cara pandang yang lebih luas.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya bagaimana menghasilkan produk, tetapi bagaimana memahami kebutuhan pasar yang terus berubah.

“Kader UP2K PKK adalah ujung tombak ekonomi berbasis rumah tangga. Pelatihan ini bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi atau persiapan lomba UP2K, tetapi bagaimana memperkuat branding produk dan meningkatkan daya tarik promosi,” ujar Ichrom saat membuka kegiatan, Selasa (04/08/2026).

Ia menilai banyak produk lokal sebenarnya memiliki potensi besar, namun belum semuanya mampu berkembang karena masih menghadapi persoalan pemasaran dan pengenalan produk kepada konsumen.

“Produk bukan lagi soal apa yang kita inginkan, tetapi apa yang dibutuhkan pasar. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan perubahan besar dalam dunia usaha saat ini. Pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi harus memahami perilaku konsumen, tren pasar, serta cara membangun hubungan dengan pelanggan.

Sebuah produk makanan, misalnya, tidak hanya dinilai dari rasa. Konsumen juga melihat kemasan, tampilan visual, cerita di balik produk, hingga kemudahan mendapatkan informasi melalui platform digital.

Karena itu, pelatihan UP2K PKK kali ini menghadirkan narasumber dari berbagai sektor, termasuk Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banjarmasin, Wetland Square, serta Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah untuk mempertemukan pelaku usaha keluarga dengan perspektif industri yang lebih luas.

Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Ignasius Rizki Perdana, menjelaskan peningkatan kapasitas kader UP2K menjadi bagian dari upaya membuka akses pasar yang lebih besar bagi produk unggulan lokal.

Menurutnya, pola pemasaran telah berubah. Jika sebelumnya pelaku usaha banyak mengandalkan penjualan secara langsung, kini mereka harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

“Pemasaran masa kini sudah berubah dari pola konvensional menuju digital. Karena itu kami mendorong mereka mengasah keterampilan baru, seperti pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), fotografi produk, dan pembuatan konten promosi menggunakan gawai,” jelasnya.

Perubahan teknologi memang membawa tantangan baru bagi pelaku usaha kecil. Namun di sisi lain, perkembangan digital membuka peluang yang lebih besar karena produk rumahan dapat menjangkau pasar tanpa harus memiliki toko besar.

Bagi kader UP2K PKK, kemampuan membuat konten, memanfaatkan media sosial, dan memahami strategi pemasaran digital dapat menjadi pintu masuk menuju pasar yang lebih luas.

Pemberdayaan ekonomi keluarga tersebut tidak hanya berbicara tentang tambahan pendapatan. Lebih jauh, program tersebut membangun kepercayaan diri masyarakat bahwa usaha yang tumbuh dari rumah pun memiliki peluang berkembang apabila dikelola dengan cara yang tepat.

Dari tangan para kader UP2K PKK, berbagai produk lokal Banjarmasin memiliki kesempatan untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga menemukan pasar baru.

Sebab dalam dunia usaha hari ini, keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh siapa yang mampu membuat produk terbaik, tetapi siapa yang paling memahami kebutuhan konsumennya.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!