UMR Bukan Halangan, Tabungan Haji Bank Kalsel Buka Jalan ke Baitullah
Foto Ilustrasi - Tabungan Haji iB Ar Rahman. (Foto - Risanta - Model " Nazar - Eca).
Menunaikan ibadah haji sering kali dianggap sebagai impian yang baru dapat diwujudkan setelah memiliki kondisi ekonomi yang sangat mapan.
Padahal, perencanaan keuangan yang disiplin sejak dini justru menjadi kunci untuk memperoleh nomor porsi lebih cepat, mengingat masa tunggu keberangkatan haji di Indonesia terus bertambah.
Melihat kebutuhan tersebut, Bank Kalsel Syariah menghadirkan Tabungan Haji iB Ar Rahman, produk simpanan syariah yang dirancang untuk membantu masyarakat mempersiapkan biaya ibadah haji secara bertahap, terencana, dan sesuai prinsip syariah.
Produk ini membuktikan bahwa menabung haji tidak harus menunggu memiliki penghasilan besar. Bahkan pekerja dengan pendapatan setara Upah Minimum Regional (UMR) tetap memiliki peluang memulai perjalanan menuju Baitullah selama mampu mengelola keuangan secara konsisten.
Salah satu pola yang banyak direkomendasikan dalam perencanaan keuangan adalah metode 50:30:20, yakni mengalokasikan 50 persen pendapatan untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk kebutuhan sekunder atau keinginan, dan 20 persen sebagai tabungan maupun investasi.
Dengan ilustrasi pendapatan sekitar Rp3 juta per bulan, alokasi 20 persen setara sekitar Rp600 ribu setiap bulan. Jika dilakukan secara disiplin, dalam waktu sekitar 41 bulan atau kurang lebih tiga tahun empat bulan, dana yang terkumpul telah mendekati Rp25 juta, jumlah yang dibutuhkan sebagai setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk memperoleh nomor porsi.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa keberangkatan haji bukan hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan, tetapi juga oleh konsistensi dalam mengelola keuangan sejak awal.
Sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang telah terdaftar di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Bank Kalsel Syariah memberikan kemudahan bagi nasabah untuk membuka tabungan sekaligus melanjutkan proses pendaftaran haji ketika saldo telah memenuhi ketentuan.
Tabungan Haji iB Ar Rahman menggunakan akad mudharabah, sehingga pengelolaan dana dilakukan berdasarkan prinsip syariah yang mengedepankan transparansi dan bagi hasil. Produk ini juga menawarkan setoran awal ringan mulai Rp100 ribu serta bebas biaya administrasi bulanan, sehingga seluruh dana yang disimpan dapat berkembang secara lebih optimal.
Berbeda dengan tabungan transaksi harian, rekening ini memang difokuskan sebagai instrumen perencanaan ibadah. Karena itu, fasilitas kartu ATM maupun layanan transaksi digital tidak disediakan agar tujuan menabung tetap terjaga hingga dana mencapai target.
Bank Kalsel Syariah juga mendorong generasi muda untuk mulai mempersiapkan ibadah haji sejak usia produktif. Semakin cepat memperoleh nomor porsi, semakin besar peluang menunaikan rukun Islam kelima saat kondisi fisik masih prima.
Di tengah panjangnya antrean keberangkatan haji di berbagai daerah, keputusan terbaik bukanlah menunggu penghasilan meningkat, melainkan memulai langkah dari sekarang.
Setoran yang relatif kecil setiap bulan dapat menjadi investasi spiritual jangka panjang yang membawa seseorang lebih dekat menuju Tanah Suci.
Melalui Tabungan Haji iB Ar Rahman, Bank Kalsel Syariah tidak sekadar menawarkan produk simpanan, tetapi menghadirkan solusi perencanaan keuangan syariah yang membantu masyarakat mengubah niat berhaji menjadi target yang realistis dan terukur.(Olpah Sari).
