Bank Devisa Jadi Magnet, Bank Victoria Belajar ke Bank Kalsel

0
BANK KALSEL BANK VICTORIA

Foto Ilustrasi - Dokumentasi Economic Travelling.Com.

Perubahan status Bank Kalsel menjadi bank devisa mulai menarik perhatian industri perbankan nasional.

Salah satu indikatornya terlihat dari kunjungan jajaran direksi Bank Victoria Jakarta ke kantor pusat Bank Kalsel di Banjarmasin, Selasa (28/07/2026).

Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi korporasi, melainkan upaya memperkuat kemitraan bisnis sekaligus bertukar strategi menghadapi persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif.

Momentum ini dinilai penting karena Bank Kalsel kini memasuki fase baru setelah mengantongi izin sebagai bank devisa. Status tersebut membuka ruang ekspansi layanan transaksi internasional, pembiayaan perdagangan, hingga pengembangan produk keuangan yang sebelumnya belum dapat dijalankan secara optimal.

Direktur Utama Bank Kalsel, H. Fachruddin, mengatakan kolaborasi antarlembaga keuangan menjadi salah satu kunci mempercepat pengembangan bisnis di tengah dinamika industri yang terus berubah.

“Kami berharap penguatan kerja sama ini mampu memperluas layanan bisnis kedua bank sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja usaha,” ujarnya kepada awak media.

Delegasi Bank Victoria dipimpin langsung Direktur Utama Ahmad Riskantono bersama enam pejabat senior perusahaan. Kedatangan mereka disambut jajaran direksi Bank Kalsel dalam forum diskusi yang berlangsung tertutup dan berfokus pada peluang pengembangan bisnis, inovasi layanan, serta penguatan kerja sama antarlembaga.

Dalam pertemuan tersebut, Bank Kalsel memaparkan pengalaman menjalani transformasi menuju bank devisa, mulai dari proses perizinan, penguatan tata kelola, hingga pengembangan layanan yang mendukung transaksi internasional. Pengalaman tersebut menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian khusus dari pihak Bank Victoria.

Sebaliknya, Bank Kalsel juga memanfaatkan forum tersebut untuk menggali pengalaman Bank Victoria dalam memperluas jaringan bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengembangkan produk dan layanan perbankan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar.

Pertemuan itu mencerminkan tren baru di industri perbankan nasional, di mana kolaborasi tidak lagi terbatas pada hubungan bisnis semata, tetapi berkembang menjadi ruang berbagi pengalaman dan transfer pengetahuan untuk memperkuat daya saing masing-masing institusi.

Di luar agenda bisnis, Bank Kalsel turut memperkenalkan potensi Kalimantan Selatan kepada tamunya. Beragam kuliner khas Banua serta kekayaan budaya daerah diperkenalkan sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan sekaligus memperkenalkan identitas lokal kepada mitra strategis dari luar daerah.

Penguatan hubungan kedua bank diharapkan menjadi fondasi lahirnya berbagai peluang kerja sama baru, baik dalam pengembangan layanan perbankan, pembiayaan sektor usaha, maupun peningkatan akses transaksi bagi masyarakat dan pelaku bisnis yang mulai terhubung dengan pasar internasional.

Dengan status baru sebagai bank devisa, Bank Kalsel kini tidak hanya memperluas cakupan bisnisnya sendiri, tetapi juga mulai diposisikan sebagai mitra strategis bagi bank-bank lain yang ingin membangun sinergi dalam pengembangan layanan keuangan lintas wilayah.

Pendekatan semacam ini menjadi sinyal bahwa transformasi sebuah bank pembangunan daerah dapat melahirkan peran yang lebih besar dalam ekosistem perbankan nasional.(M.Irfani).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!