832 Ribu Warga Kalsel Gunakan QRIS
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Noor Yaumil. bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi. (Foto - Biro Adpim Kalsel).
Transformasi sistem pembayaran digital di Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang semakin signifikan.
Hingga Mei 2026, jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di provinsi ini telah mencapai sekitar 832 ribu pengguna, sementara jumlah merchant atau pelaku usaha yang telah menggunakan sistem pembayaran tersebut tercatat sekitar 560 ribu merchant.
Sedangkan total transaksi QRIS di Kalimantan Selatan kini telah menembus 24,7 juta transaksi.
Data tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan Banua QRIStival 2026 yang diselenggarakan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Kilometer 0 Jalan Jenderal Sudirman, Banjarmasin, Sabtu (23/05/2026).
Kegiatan yang dikemas melalui pendekatan olahraga, edukasi, hiburan, dan promosi transaksi digital itu dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, melalui Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Noor Yaumil.
Ribuan warga dari Kota Banjarmasin dan sekitarnya tampak memadati kawasan Kilometer 0 sejak pagi hari.
Agenda diawali dengan kegiatan fun run sejauh sekitar lima kilometer, dilanjutkan berbagai hiburan rakyat, kuliner, edukasi digital, hingga pengundian hadiah.
Gubernur Kalimantan Selatan melalui Plh Sekdaprov Kalsel, Subhan Noor Yaumil, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi atas langkah Bank Indonesia bersama industri perbankan dalam memperluas penggunaan QRIS di tengah masyarakat.
Menurut Muhidin, perkembangan transaksi digital menjadi indikator positif bahwa masyarakat Banua semakin adaptif terhadap perubahan teknologi keuangan.
Namun, ia menegaskan bahwa digitalisasi harus memberi dampak nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan menengah.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendukung penuh perluasan ekosistem transaksi digital karena dinilai mampu meningkatkan efisiensi ekonomi, mempercepat transaksi perdagangan, serta memperkuat daya saing pelaku usaha lokal di tengah perubahan zaman,” ujar Muhidin melalui sambutan tertulis yang dibacakan Subhan Noor Yaumil.
Muhidin menekankan, penggunaan QRIS ke depan harus semakin menjangkau berbagai lapisan masyarakat, tidak hanya pusat perbelanjaan modern, tetapi juga pasar tradisional, pedagang kecil, sektor UMKM, hingga layanan publik.
“Ke depan, kami ingin penggunaan QRIS semakin menjangkau pasar tradisional, pedagang kecil, sektor UMKM, hingga layanan publik. Semakin luas transaksi digital digunakan, maka ekonomi daerah juga akan bergerak lebih cepat, efisien, dan transparan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penguatan literasi digital agar transformasi sistem pembayaran berlangsung secara inklusif dan dapat dirasakan seluruh masyarakat.
“Jangan sampai digitalisasi hanya dinikmati masyarakat perkotaan atau kelompok tertentu saja. Semua lapisan masyarakat harus bisa ikut merasakan manfaatnya, termasuk pedagang kecil di pasar tradisional dan pelaku usaha di daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, mengungkapkan bahwa pertumbuhan QRIS di Kalimantan Selatan terus menunjukkan tren positif, baik dari sisi pengguna, merchant, maupun volume transaksi.
Menurutnya, capaian 832 ribu pengguna, 560 ribu merchant, dan 24,7 juta transaksi menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya terhadap sistem pembayaran non-tunai yang cepat, praktis, dan aman.
“Pertumbuhan transaksi digital melalui QRIS terus meningkat. Kami akan terus mendorong perluasan penggunaan QRIS agar pemanfaatannya semakin luas di Kalimantan Selatan,” ujar Fadjar.(Olpah Sari).
