UMKM Binaan BI Dr.KOFFIE Tembus Korea
Pasangan Muhammad Al-Ghazali Qurtubi dan Yustina Mujim yang sukses mengembangkan bisnis kopi dari rintisan menuju panggung dunia. (Foto - Desain Irfani).
Dari Lereng Lampung, Mengharumkan Kopi Indonesia di Panggung Dunia
Di balik secangkir kopi yang kini dinikmati masyarakat Korea Selatan, tersimpan kisah panjang tentang mimpi, ketekunan, dan keberanian untuk terus bertumbuh.
Kisah itu datang dari Dr.KOFFIE, sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia yang berhasil mengangkat kopi robusta Lampung hingga menembus pasar internasional.
Perjalanan Dr.KOFFIE membuktikan bahwa keberhasilan sebuah UMKM tidak semata ditentukan oleh besarnya modal, melainkan oleh kemampuan menjaga kualitas, membangun inovasi, dan memanfaatkan pendampingan yang tepat.
Apa yang dahulu hanya berawal dari keinginan sederhana untuk memperkenalkan cita rasa kopi Lampung, kini telah berkembang menjadi produk yang dipercaya konsumen di luar negeri, termasuk Korea Selatan.
Didirikan pada 2015 di Bandar Lampung oleh Muhammad Al-Ghazali Qurtubi, Dr.KOFFIE memulai usahanya dari skala yang sangat sederhana. Produk pertama dipasarkan melalui berbagai pameran dan kegiatan promosi lokal. Di tengah ketatnya persaingan industri kopi, perusahaan ini memilih jalan yang tidak mudah membangun kualitas sejak dari hulu.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kemitraan langsung dengan para petani kopi di Lampung. Dr.KOFFIE tidak hanya membeli hasil panen, tetapi juga mendampingi petani dalam penerapan budidaya yang baik, pengolahan pascapanen, hingga proses penyortiran biji kopi agar memenuhi standar premium.
Pendekatan ini menghasilkan fine robusta, kopi robusta berkualitas tinggi yang memiliki karakter rasa khas dan mampu bersaing di pasar global.
“Kami mengembangkan berdasarkan Big Dream yang juga couplepreneur yang dimulai dari tahun 2015.Pasca pandemi kami fokus kembali kepada pilar utama Dr KOFFIE yaitu ekspor komoditas kopi dan pengembangan Lini-Roastry Dr KOFFIE,” ucap Yustina Mujim (Othin), istri dari Muhammad Al-Ghazali Qurtubi dalam video profil instagram Bank Indonesia Lampung.
Komitmen terhadap kualitas menjadi fondasi penting ketika Dr.KOFFIE bergabung sebagai UMKM binaan Bank Indonesia. Melalui berbagai program pembinaan, perusahaan memperoleh pendampingan dalam peningkatan kapasitas usaha, pengembangan produk, penguatan strategi pemasaran, hingga fasilitasi promosi pada berbagai pameran nasional dan internasional.
Bagi Bank Indonesia, pembinaan UMKM bukan sekadar program pendampingan, melainkan bagian dari strategi memperkuat struktur ekonomi nasional. Ketika UMKM tumbuh, lapangan kerja bertambah, nilai tambah komoditas meningkat, dan devisa negara ikut terdongkrak melalui ekspor.
Pendampingan yang berkelanjutan itulah yang membuka jalan bagi Dr.KOFFIE memasuki pasar internasional. Produk kopi asal Lampung kini berhasil menembus berbagai negara, termasuk Korea Selatan, sebuah pasar yang dikenal memiliki standar tinggi terhadap kualitas kopi. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kopi Indonesia mampu bersaing bukan hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas dan konsistensi.
Keberhasilan Dr.KOFFIE juga memperlihatkan perubahan paradigma dalam pengembangan UMKM. Kini, pelaku usaha tidak cukup hanya menghasilkan produk yang baik.
Mereka harus mampu membangun merek, menjaga standar mutu, memanfaatkan teknologi digital, serta memahami kebutuhan pasar global. Semua proses tersebut membutuhkan ekosistem yang kuat, dan di sinilah peran Bank Indonesia menjadi sangat strategis.
Melalui berbagai program seperti pelatihan, business matching, digitalisasi UMKM, hingga fasilitasi promosi internasional, Bank Indonesia terus mendorong pelaku usaha lokal agar naik kelas dari pasar domestik menuju pasar ekspor. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.
Bagi masyarakat Lampung, keberhasilan Dr.KOFFIE merupakan kebanggaan tersendiri. Daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia kini semakin diperhitungkan di pasar dunia.
Nilai yang dinikmati bukan hanya peningkatan penjualan, tetapi juga meningkatnya kesejahteraan petani yang menjadi bagian dari rantai pasok usaha tersebut.
Lebih jauh lagi, kisah Dr.KOFFIE menyampaikan pesan bahwa ekspor bukan lagi monopoli perusahaan besar. Dengan inovasi, konsistensi, dan dukungan ekosistem yang tepat, UMKM pun mampu berdiri sejajar di pasar internasional. Sebuah usaha yang lahir dari daerah dapat membawa nama Indonesia ke panggung dunia.
Di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompetitif, perjalanan Dr.KOFFIE menjadi inspirasi bahwa mimpi besar selalu berawal dari langkah kecil.
“Secangkir kopi yang dahulu diseduh untuk pelanggan lokal kini menjadi duta rasa Indonesia di negeri orang.Ini menginspirasi sekali,” tutur Syahriyanto Ruslan salah satu penggemar kopi nusantara.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan bahwa investasi terbaik bagi sebuah UMKM bukan hanya pada mesin produksi atau besarnya modal, melainkan pada kualitas, inovasi, kemitraan, dan kemauan untuk terus belajar.
Ketika empat unsur itu bertemu dengan pendampingan yang berkelanjutan, produk lokal tidak sekadar mampu bertahan, tetapi juga menembus batas negara dan mengharumkan nama Indonesia di pasar global.
Dr.KOFFIE telah membuktikannya. Kini, giliran UMKM Indonesia lainnya mengikuti jejak yang sama membawa karya anak bangsa dari pasar lokal menuju panggung dunia.(M.Irfani).
