Banjir Jangan Ganggu Pariwisata, ASPPI Kalsel Bagikan Bantuan Kemanusiaan
Ketua DPD ASPPI Kalsel, Teguh Winarto bersama pengurus lainnya turun langsung bergerilya memberikan bantuan kemanusiaan di Kawasan Lok Baintan Dalam dan Sungai Pinang Lama, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. (Foto-Tim ASPPI Kalsel).
Banjir yang melanda sebagian wilayah Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, belum juga surut meski hampir dua bulan berlalu. Kendati intensitas hujan mulai menurun dan cuaca cenderung terik dalam sepekan terakhir, sejumlah kampung air masih terendam banjir.
Kondisi tersebut mengundang keprihatinan berbagai pihak, termasuk para penggiat pariwisata yang tergabung dalam Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kalimantan Selatan. Terlebih, wilayah yang masih tergenang berada di kawasan strategis pariwisata, seperti Wisata Pasar Terapung Lok Baintan dan sekitarnya.
Ketua DPD ASPPI Kalsel, Teguh Winarto, mengatakan banjir berkepanjangan ini berdampak langsung pada kehidupan warga sekaligus aktivitas pariwisata berbasis sungai yang menjadi ikon Banjar.
“Kami sangat prihatin sekali, karena meskipun cuaca sudah cukup panas dalam sepekan ini, eh beberapa kampung banjirnya belum surut jua,” ujar Teguh, saat menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak,Senin (26/01/2026).

Sebagai bentuk kepedulian, ASPPI Kalsel turun langsung ke lokasi banjir untuk menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok kepada masyarakat.
Teguh menegaskan, aksi ini merupakan wujud solidaritas pelaku pariwisata terhadap warga yang selama ini menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata sungai.
“Pariwisata tidak bisa dipisahkan dari masyarakatnya. Kalau warga terdampak dan kesulitan, kami merasa terpanggil untuk hadir dan membantu semampu kami,” katanya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang masih bertahan di rumah-rumah panggung di tengah genangan air. Selain itu, Teguh juga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat terus mencari solusi agar banjir berkepanjangan tidak terus berulang, khususnya di kawasan wisata air.
Banjir yang belum surut ini membuat aktivitas ekonomi warga, termasuk transportasi sungai dan kegiatan wisata Pasar Terapung Lok Baintan, berjalan terbatas. Warga pun berharap air segera surut agar kehidupan dapat kembali normal.(Olpah Sari).
