Bank Kalsel, Bank Devisa, dan Peluang Baru Ekonomi Kalimantan Selatan

0
DIRUT BANK KALSEL DEVISA

Foto Ilustrasi AI - Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin bersama timnya. (Foto- Dok Redaksi Economic Travelling.Com).

Status Bank Devisa yang disandang Bank Kalsel membuka babak baru bagi peran bank pembangunan daerah dalam mendorong ekonomi Kalimantan Selatan. Lebih dari sekadar peningkatan status kelembagaan, Bank Devisa dipandang sebagai instrumen strategis untuk memperkuat konektivitas pelaku usaha daerah dengan pasar internasional.

Momentum tersebut mengemuka dalam penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja dan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (DTT) Semester II Tahun 2025 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalimantan Selatan di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Senin, 26 Januari 2026.

Dalam forum itu, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin mendorong percepatan operasional Bank Kalsel sebagai Bank Devisa agar manfaatnya segera dirasakan dunia usaha.

Muhidin menilai Kalimantan Selatan memiliki keunggulan komparatif sebagai daerah penghasil sumber daya alam dan komoditas ekspor. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh penguatan layanan perbankan daerah yang mampu melayani transaksi lintas negara secara langsung.

“Kehadiran Bank Devisa dapat memangkas rantai transaksi dan meningkatkan efisiensi pelaku usaha,” ujar Muhidin.

Gubernur meminta manajemen Bank Kalsel segera melengkapi persyaratan tambahan yang diminta regulator agar operasional Bank Devisa dapat segera berjalan.

Ia menekankan bahwa peluang ekspor dan perdagangan internasional harus direspons dengan kesiapan sistem dan tata kelola yang kuat.

Di sisi lain, hasil pemeriksaan BPK menjadi pengingat bahwa akselerasi bisnis harus berjalan seiring dengan penguatan tata kelola.

Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin mengatakan rekomendasi BPK akan ditindaklanjuti melalui Rencana Aksi terukur yang ditargetkan rampung paling lambat 60 hari setelah LHP diterima.

“Kami memandang audit ini sebagai bagian dari proses konsolidasi. Penguatan ketahanan siber dilakukan di seluruh aspek operasional, sementara kualitas penyaluran kredit diperkuat melalui penerapan prinsip kehati-hatian 5C secara lebih mendalam,” kata Fachrudin.

Ia menegaskan, kesiapan operasional Bank Devisa tidak hanya bertumpu pada kelengkapan perizinan, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur teknologi, manajemen risiko, dan sumber daya manusia.

Menurut dia, pemenuhan persyaratan tambahan dari regulator saat ini berjalan sesuai jadwal.

Optimisme terhadap peran Bank Kalsel sebagai Bank Devisa juga diiringi ekspektasi baru. Dengan layanan transaksi internasional yang terintegrasi, Bank Kalsel diharapkan menjadi pintu utama pembiayaan perdagangan bagi pelaku usaha Kalimantan Selatan, sekaligus memperkuat perputaran devisa di daerah.

Audit BPK kali ini menempatkan Bank Kalsel pada persimpangan penting antara ekspansi dan konsolidasi. Tantangan bank daerah ke depan tidak hanya soal pertumbuhan bisnis, tetapi juga kemampuan menjaga keamanan digital, kualitas aset, dan kepatuhan regulasi di tengah meningkatnya kompleksitas industri perbankan.

Jika momentum ini dikelola dengan disiplin tata kelola dan ketahanan sistem yang kuat, status Bank Devisa berpeluang menjadi game changer bagi ekonomi Kalimantan Selatan,mengubah bank daerah dari sekadar penopang pembiayaan lokal menjadi aktor penting dalam rantai ekonomi global.(Olpah Sari- Risanta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!