PRSTS Barakat Cangkal Bacari Bina 81 Klien

0
PELATIHAN

Selama enam bulan ini, para klien tidak hanya dibekali keterampilan dasar sesuai jurusan, seperti tata rias. (Foto-Dok MC Kalsel).

Upaya rehabilitasi sosial berbasis keterampilan terus diperkuat di Kalimantan Selatan. Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (PRSTS) Barakat Cangkal Bacari Banjarbaru membina 81 klien melalui Program Bimbingan Fisik, Mental, Spiritual, dan Keterampilan Dasar Angkatan VIII guna menyiapkan mereka kembali hidup mandiri dan produktif di tengah masyarakat.

Sebanyak 81 klien yang terdiri dari 55 perempuan dan 26 laki-laki mengikuti program pembinaan intensif selama enam bulan. Mereka dibagi ke dalam dua kelompok besar, yakni BCB 1 dan BCB 2, dengan lima jurusan keterampilan utama yang dirancang sebagai bekal kerja dan usaha mandiri.

Pada kelompok BCB 1, pelatihan meliputi Tata Busana yang diikuti 32 klien, Tata Boga 13 klien, serta Tata Rias 10 klien. Sementara BCB 2 mencakup pelatihan Tata Boga dan Tata Busana masing-masing lima klien, serta Barbershop dan Bengkel Motor yang masing-masing diikuti delapan klien.

Kepala PRSTS Barakat Cangkal Bacari, Fathul Jannah, mengatakan program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga penguatan mental, sosial, dan spiritual agar klien siap menghadapi tantangan kehidupan setelah keluar dari panti.

“Selama enam bulan pembinaan, klien tidak hanya belajar keterampilan sesuai jurusan, tetapi juga mendapatkan penguatan fisik, mental, sosial, dan spiritual agar lebih siap kembali ke masyarakat,” ujar Fathul Jannah di Banjarbaru, Kamis (12/12/2025) seperti yang dilansir Media Center Kalsel.

Selain jurusan utama, para klien juga dibekali keterampilan tambahan seperti home industri sasirangan, pengolahan kain perca, produksi air Gucci, bordir, komputer, serta bimbingan kewirausahaan. Pembekalan ini diharapkan membuka peluang usaha mandiri sekaligus memperluas pilihan kerja setelah masa rehabilitasi berakhir.

Program pembinaan di PRSTS Barakat Cangkal Bacari merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi bagian dari strategi rehabilitasi sosial dan peningkatan kualitas hidup penerima manfaat di Banjarbaru dan sekitarnya.

Penutupan Program Angkatan VIII dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Desember 2025. Momentum ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para klien untuk mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan nyata, baik di sektor usaha maupun dalam proses reintegrasi sosial di masyarakat.(Olpah Sari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!