Keamanan Pangan Anak MBG, Prioritas Tak Bisa Ditawar Kalsel

0
SPPG ALUH-ALUH

Salah satu SPPG Aluh-Aluh Besar yang menyediakan ribuan porsi MBG dengan cara higienis.(Foto-Olpah Sari).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan bahwa keamanan pangan bagi peserta program Makan Bergizi Gratis merupakan prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar.

Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Pemprov Kalsel memperketat pengawasan semua bahan pangan yang digunakan di dapur pengolahan MBG, terutama pangan segar asal tumbuhan yang menjadi komponen utama menu harian para pelajar.

Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan Saptono mengungkapkan bahwa meskipun regulasi teknis di tingkat daerah belum sepenuhnya tersedia, arahan dari Badan Pangan Nasional memberikan mandat jelas bagi pemerintah provinsi untuk memastikan seluruh bahan pangan MBG harus aman dan memenuhi standar kesehatan.

“Bagi Kalsel, keamanan pangan anak-anak tidak boleh menunggu aturan tuntas. Tindakan cepat lebih penting daripada prosedur yang tertunda,”tegas Syamsir seperti yang disampaikan Saptono kepada awak media di Banjarbaru, Kamis.

Langkah pengawasan dilakukan melalui peninjauan langsung ke sejumlah dapur MBG di Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar. Dalam kegiatan ini, tim memastikan standar sanitasi dapur berjalan baik, peralatan pengolahan bersih, bahan baku tersimpan dengan benar, serta seluruh pengolah pangan memahami prinsip higienitas.

“Edukasi intensif terus diberikan untuk memastikan dapur MBG tidak hanya mematuhi standar, tetapi juga benar-benar memahami pentingnya keamanan pangan bagi kesehatan anak,”tegasnya lagi.

Untuk memastikan kualitas bahan pangan, Bidang Ketahanan Pangan melakukan pengambilan sampel terhadap sayuran, bawang-bawangan, dan komoditas lain yang rawan mengandung residu pestisida. Pengujian cepat dilakukan langsung di lapangan, sementara sampel dengan hasil indikatif dikirim ke laboratorium berstandar internasional di Surabaya. Hingga saat ini, meskipun ditemukan residu pestisida pada beberapa bahan, seluruhnya masih berada pada batas aman konsumsi.

Pengawasan ini menjadi penting mengingat pangan segar mudah terpapar risiko kontaminasi jika tidak ditangani dengan benar. Data nasional menunjukkan bahwa PSAT merupakan jenis bahan makanan yang paling sering ditemukan memiliki residu pestisida melebihi batas ambang, sehingga pengawasan berlapis menjadi syarat mutlak untuk memastikan keamanan konsumsi anak.

Saptono menegaskan bahwa hasil pemeriksaan sejauh ini menunjukkan bahan pangan yang digunakan di dapur MBG di Kalimantan Selatan aman dan layak dikonsumsi.

“Temuan ini memberi keyakinan bahwa proses pengolahan di daerah sudah berada pada jalur yang tepat dan patut dipertahankan,”ungkapnya.

Upaya ini juga menjadi bentuk dukungan Pemprov Kalsel terhadap program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi pelajar, menekan kasus stunting, dan memperkuat ketahanan sumber daya manusia Indonesia menjelang era Indonesia Emas. Keamanan pangan menjadi fondasi keberhasilan program ini, sebab gizi yang baik hanya dapat tercapai jika bahan pangan yang dikonsumsi benar-benar aman.

Kalsel menempatkan keamanan pangan MBG sebagai komitmen tanpa kompromi. Pemerintah hadir tidak hanya sebagai penyelenggara, tetapi sebagai penjaga kualitas makanan yang dikonsumsi anak-anak. Dengan pengawasan ketat, verifikasi laboratorium, dan edukasi berkelanjutan, Kalsel memastikan bahwa setiap piring makanan yang diterima pelajar bukan sekadar menu bergizi, tetapi juga jaminan keselamatan dan kesehatan generasi masa depan.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!