Sungai Jadi Kelas Literasi Keuangan bagi Pelajar Kalsel

0
KELAS SUNGAI

Uniknya belajar keuangan di atas Kapal Phinisi di perairan Sungai Barito. (Foto-Humas Bank Kalsel).

Aliran Sungai Martapura kembali menjadi ruang edukasi yang hidup. Bukan sekadar jalur transportasi dan wisata, tetapi berubah menjadi kelas terbuka bagi para pelajar Kalimantan Selatan untuk memahami literasi keuangan sejak dini.

Inisiatif ini digagas Bank Kalsel bersama AMBAPERS melalui program Edukasi Maritim, Literasi, dan Inklusi Keuangan yang dilaksanakan di atas kapal pinisi Barito River Cruise.

Sebanyak tiga puluh pelajar Almazaya Senior High School menjadi peserta pada sesi yang digelar Kamis, (20/11/2025). Mereka diajak menyusuri sungai sambil menerima pembekalan mengenai pentingnya memahami risiko keuangan modern, termasuk ancaman pinjaman online ilegal dan maraknya praktik judi online yang menyasar generasi muda.

“Program ini dirancang tidak hanya untuk memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk kesadaran dan ketahanan literasi digital sejak dini,” terang Kepala Bagian Inklusi, Literasi dan Tanggung Jawab Sosial Bank Kalsel, Fandry Azhari.

Fandry Azhari, menjelaskan ancaman kejahatan digital terhadap pelajar semakin nyata. Karena itu, literasi keuangan harus ditanamkan sedini mungkin agar pelajar mampu membedakan layanan keuangan legal dan ilegal.

Ia menegaskan bahwa edukasi berbasis pengalaman langsung di ruang publik yang dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti sungai, terbukti efektif menarik minat pelajar.

“Dengan suasana yang lebih santai dan interaktif, materi mengenai bahaya pinjol, pola judi online, serta pentingnya menabung dapat diterima dengan lebih mudah,” tuturnya.

Hujan yang mengguyur tidak mengurangi antusias pelajar. Sebaliknya, pengalaman belajar di atas kapal pinisi menjadi momentum unik dan menyenangkan bagi mereka. Apalagi, Bank Kalsel memberikan bonus berupa pembukaan rekening tabungan Simpel yang langsung dapat dimiliki peserta. Hal ini membuat materi literasi semakin relevan, karena siswa dapat langsung mempraktikkan budaya menabung.

Salah satu peserta, Muhammad Abdan Solihin, mengakui bahwa kegiatan ini bukan hanya seru, tetapi juga membuka pemahaman baru mengenai pengelolaan keuangan dan bahaya kejahatan digital.

“Belajar di atas sungai membuat suasana lebih segar dan berbeda dari rutinitas sekolah sehari-hari,” ujarnya.

Program edukasi ini telah berjalan sejak 10 Nopember 2025 dan akan berlangsung selama lima belas hari. Hingga tanggal 20 November 2025, delapan sekolah telah mengikuti kegiatan, mulai dari SMKN 1, SMK Maestro, SMKN 5, SMAN 1, SMAN 2, SMKN 4, SMAN 5, hingga Almazaya Senior High School.

Bank Kalsel juga mencatat peningkatan signifikan pembukaan rekening Simpel sebagai bagian dari inklusi keuangan bagi pelajar. Terhitung sejak Januari hingga 2025, sebanyak dua belas ribu dua ratus sembilan puluh tiga rekening pelajar telah dibuka di Kalimantan Selatan. Angka ini menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk mulai membangun kebiasaan menabung.

Melalui pendekatan berbasis maritim ini, Bank Kalsel menegaskan bahwa literasi keuangan dapat dilakukan di mana saja, termasuk di atas sungai yang selama ini menjadi nadi kehidupan masyarakat Banua.

“Dengan mengubah sungai menjadi kelas literasi, Bank Kalsel berharap pelajar memiliki bekal kuat menghadapi risiko keuangan di era digital serta tumbuh sebagai generasi yang lebih cerdas, bijak, dan tangguh dalam mengelola keuangan pribadi,” ucap Direktur Utama Bank Kalsel secara terpisah.(Muhammad Irfani).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!