Operasi Pangan Murah Kalsel Tekan Inflasi Akhir Tahun

0
INFLASI AKHIR TAHUN

Operasi Pangan Murah bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel (Foto-Dok MC Kalsel).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Operasi Pangan Murah sebagai upaya menahan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Natal, Tahun Baru, serta pelaksanaan Haul Guru Sekumpul.

Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel ini menjadi langkah cepat pemerintah dalam merespons gejolak harga sejumlah komoditas pangan.

Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman melalui Kabid Ketahanan Pangan Saptono menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan arahan pemerintah pusat sekaligus tindak lanjut mandat Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekdaprov Kalsel.

Ia menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pangan dengan harga terjangkau.

Operasi Pangan Murah kembali digencarkan di sejumlah titik, termasuk Kios Pangan DPKP di Banjarbaru. Masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah daripada pasar, seperti telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, gula, dan beragam sayuran segar.

“Kehadiran operasi ini sekaligus menjadi penyeimbang pasar di tengah naiknya permintaan masyarakat menjelang momentum akhir tahun,” ujarnya di sela-sela kegiatan Operasi Pangan Murah, Kamis (20/11/2025) di Banjarbaru.

Tren inflasi di Kalimantan Selatan menunjukkan peningkatan pada periode kuartal akhir, dipicu oleh kenaikan harga pada kelompok bahan pangan. Telur ayam ras yang kini berada pada kisaran harga di atas harga acuan serta daging ayam ras yang terus meningkat menjadi dua komoditas penyumbang inflasi terbesar. Bawang merah dan cabai rawit juga mengalami lonjakan harga akibat tingginya kebutuhan dan fluktuasi pasokan di lapangan.

Lonjakan harga tidak hanya dipicu faktor musiman, tetapi juga meningkatnya permintaan dari berbagai kegiatan besar. Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis serta persiapan Haul Guru Sekumpul membuat kebutuhan terhadap ayam, telur, sayuran, dan bumbu dapur meningkat signifikan. Kondisi ini menimbulkan tekanan pada pasokan yang pada akhirnya berdampak pada harga di pasar umum.

“Melalui Operasi Pangan Murah, pemerintah berupaya memberikan ruang bagi masyarakat agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok tanpa terbebani lonjakan harga,” tambahnya lagi.

Program ini sekaligus menjadi instrumen kendali inflasi yang diharapkan mampu meredam gejolak harga pada komoditas paling sensitif. Pemerintah juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pasokan tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, dan harga bahan pokok stabil di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

Operasi Pangan Murah menjadi bukti hadirnya pemerintah di tengah tantangan inflasi. Diharapkan, upaya ini dapat menjaga keseimbangan pasar, melindungi daya beli masyarakat, dan memastikan pangan tetap terjangkau bagi seluruh warga hingga melewati puncak permintaan akhir tahun.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!