Anjungan Kalsel di TMII Terapkan Transportasi Bebas Emisi

0
ANJUNGAN TMII KALSEL

Langkah kecil namun berarti dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Melalui inisiatif transportasi ramah lingkungan, Anjungan Kalsel kini mengoperasikan kendaraan bebas emisi berupa 10 unit sepeda listrik dan 1 unit mobil buggy (golf car) untuk mendukung aktivitas dan layanan pengunjung.

Inovasi ini menjadikan Anjungan Kalsel sebagai salah satu dari sedikit anjungan daerah di TMII yang mulai menerapkan sistem transportasi hijau. Bukan sekadar fasilitas baru, kehadiran armada listrik ini menunjukkan komitmen Kalsel terhadap pengurangan emisi karbon sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor promosi budaya dan pariwisata.

Menurut Plt. Kasubbid Promosi dan Anjungan Daerah, Irisandy Winata Nasution, kepada awak media dan dilansir MC Kalsel, penggunaan kendaraan listrik sudah menjadi kebutuhan, bukan tren semata. Dengan luasnya area anjungan dan meningkatnya aktivitas promosi, kendaraan ramah lingkungan menjadi solusi efisien.

“Mobilitas di anjungan cukup tinggi. Armada listrik membuat pergerakan tamu, pelaku seni, dan pengunjung lebih mudah tanpa menambah polusi udara,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).

 

Kendaraan listrik penunjang aktivitas di Anjungan Kalsel Taman Mini Indonesia Indaha Jakarta. (Foto-Dok MC Kalsel).

Sebelumnya, Anjungan Kalsel hanya memiliki satu mobil buggy dan dua sepeda motor listrik sejak 2023. Namun, seiring bertambahnya kegiatan dan kunjungan masyarakat, tambahan armada baru dinilai penting agar pelayanan tetap optimal.

“Kami ingin area Anjungan Kalsel nyaman dan modern, tapi tetap berwawasan lingkungan. Ini juga bagian dari dukungan terhadap program Go Green TMII dan target Net Zero Emission nasional,” tambah Irisandy.

Mobil buggy yang digunakan telah dilengkapi penutup hujan dan digunakan untuk mengangkut tamu resmi maupun lansia yang berkunjung, sementara sepeda listrik disiapkan bagi pengunjung dan petugas yang memerlukan mobilitas cepat antararea.

Inisiatif ini sekaligus mengubah wajah Anjungan Kalsel menjadi lebih dinamis. Selain berfungsi sebagai etalase budaya dan pembangunan daerah, kawasan ini kini juga menjadi contoh penerapan teknologi ramah lingkungan di ruang publik.

“Kami berharap kehadiran armada listrik ini bisa menginspirasi pengelola daerah lain agar mulai memikirkan cara-cara kecil namun berdampak besar dalam menjaga bumi,” kata Irisandy.

Dengan pendekatan sederhana dan solutif, Anjungan Kalsel membuktikan bahwa promosi budaya tidak harus bertumpu pada seremonial, tetapi juga bisa diwujudkan melalui gaya hidup hijau dan tanggung jawab ekologis.

Sementara itu, penggiat pariwisata nasional, Dr. Husni Naparin, mengapresiasi langkah Anjungan Kalimantan Selatan yang mulai menerapkan penggunaan kendaraan bebas emisi bagi wisatawan dan tamu daerah.

Menurutnya, inisiatif tersebut menunjukkan bahwa promosi budaya dan pelayanan publik bisa berjalan seiring dengan komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

“Penerapan kendaraan listrik di kawasan wisata budaya seperti Anjungan Kalsel patut diapresiasi. Ini langkah maju yang menunjukkan kepedulian terhadap keberlanjutan dan kenyamanan pengunjung,” ujar Husni.

Ia menambahkan, konsep transportasi hijau di destinasi wisata bukan hanya mendukung target Net Zero Emission, tetapi juga memperkuat citra daerah sebagai pelopor pariwisata berwawasan lingkungan.

“Kalsel telah memberi contoh bahwa pelestarian budaya dapat berjalan berdampingan dengan upaya menjaga alam. Ini seharusnya menjadi inspirasi bagi daerah lain,” tambahnya.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!