Belajar Budaya dan Alam Lewat Kemah di Bukit Batu
Foto Karikarikatur Ilustrasi - Tim Redaksi.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPTD Taman Budaya Kalsel menggelar Kemah Bakti Seni Budaya di Bukit Batu, salah satu destinasi wisata unggulan Geopark Meratus.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, UPTD Taman Budaya, dan Museum Lambung Mangkurat, serta diikuti oleh anggota Saka Widya Budaya Bakti , satuan Pramuka binaan Disdikbud Kalsel.
Kepala Disdikbud Kalsel Galuh Tantri Narindra, melalui Kepala UPTD Taman Budaya Suharyanti, seperti dilansir MC Kalsel mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar dan generasi muda untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mencintai warisan budaya Banua.
“Melalui Kemah Bakti Seni Budaya ini, peserta diajak mengenal kekayaan budaya daerah, berinteraksi dengan alam, serta mengikuti berbagai kegiatan seni dan edukasi tentang keanekaragaman hayati dan geologi Geopark Meratus,” ujar Suharyanti di Banjarmasin, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, pelaksanaan kemah di kawasan Bukit Batu bukan hanya menjadi ajang ekspresi seni, tetapi juga sarana pembentukan karakter generasi muda yang cinta lingkungan dan bangga terhadap identitas budaya lokal.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel Raudati Hildayati menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengintegrasikan berbagai program kebudayaan agar lebih sinergis dan berkelanjutan.
“Kami ingin menyinergikan program pembinaan sumber daya manusia dan pranata kebudayaan, serta lembaga-lembaga budaya di Bidang Kebudayaan, dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh UPTD Taman Budaya dan Museum Lambung Mangkurat,” terangnya.
Selain kemah dan pentas seni tradisional, peserta juga akan mengikuti lokakarya permainan rakyat, diskusi budaya, hingga pembelajaran tentang pentingnya pelestarian ekosistem Meratus.
Raudati berharap, kegiatan ini menjadi wahana interaksi antargenerasi, mempertemukan seniman, pendidik, dan pelajar dalam satu ruang yang menghidupkan semangat kolaborasi kebudayaan.
“Kami ingin generasi muda tidak hanya mengenal budaya dari buku, tetapi merasakannya langsung di alam terbuka, dalam suasana kebersamaan yang membangun rasa cinta terhadap Banua,” tutupnya.
