Strategi Kalimantan Redam Inflasi Optimalkan 4 Prioritas

0
GNPIP

Kalimantan menggerakkan strategi besar untuk meredam inflasi pangan. Melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), Bank Indonesia dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) wilayah Kalimantan memperkuat sinergi lintas sektor dengan menekankan penguatan kapasitas petani, distribusi pangan yang efisien, hingga terobosan inovasi produksi.

Dengan tema “Inovasi Produksi dan Penguatan Kapasitas Petani untuk Mendukung Akselerasi Program Swasembada Pangan”, GNPIP Kalimantan 2025 memfokuskan tiga langkah utama.Mulai menjamin pasokan dan distribusi melalui Kerja sama Antar daerah (KAD) serta subsidi ongkos angkut bersama BUMN logistik.

Tak hanya itu fokus lainnya adalah menopang kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) lewat sinergi dengan Badan Gizi Nasional, Bulog, dan BUMD.Dan terakhir memperkuat kapasitas petani melalui fasilitasi sarana-prasarana untuk Gapoktan dan Poktan binaan Bank Indonesia.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menegaskan, inflasi di Kalimantan pada Agustus 2025 tetap terkendali di angka 2,5±1% berkat koordinasi erat TPIP–TPID. Menurutnya, strategi jangka panjang tak boleh berhenti pada distribusi, tetapi juga inovasi pangan seperti padi apung, haruan estate/kampung gabus, cetak sawah, dan optimalisasi lahan (OPLAH).

“Kalimantan harus tampil sebagai lumbung pangan sekaligus benteng pengendali inflasi nasional,” tegasnya.

 

 

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menambahkan pemerintah mengawal pengendalian inflasi dengan strategi 4K, yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

“Langkah konkret yang ditempuh antara lain Operasi pasar dan gerakan pangan murah di seluruh Indonesia.Selanjutnya ada penyaluran 1,1 juta ton beras SPHP hingga akhir tahun,” katanya.

Selain itu terdapat pula akses pembiayaan melalui KUR pertanian dan Kredit Usaha Alsintan. Pemanfaatan kapal Pelni, cold storage, hingga resi gudang untuk menjaga kualitas panen.

Pemerintah juga menyiapkan pengawasan ketat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, memastikan pasokan pangan aman dan armada distribusi mencukupi.

Sementara itu pelaksanaan GNPIP Kalimantan 2025 dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi TPIP–TPID Wilayah Kalimantan, yang menghadirkan kementerian terkait, Bulog, Pelni, serta seluruh TPID se-Kalimantan.

Forum ini menyepakati empat prioritas seperti mempercepat penyaluran beras SPHP.Selanjutnya mengoptimalkan peran BUMD dari hulu hingga hilir. Memperkuat kerja sama antar-Kalimantan bersama BUMN logistik, hingga memantau program cetak sawah dan optimalisasi lahan.

Bank Indonesia menegaskan, strategi kolektif ini menjadi kunci untuk menjaga inflasi tetap terkendali, memperkuat swasembada pangan, sekaligus meneguhkan Kalimantan sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional.(Muhammad Irfani).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!