Perumahan Rakyat, Fondasi Kesejahteraan dan Roda Ekonomi Kalsel
Penulis dalam sebuah acara kerjasama dengan Wakil Bupati Barito kuala. (Foto- DPD REI Kalsel).
Oleh : H Ahyat Sarbini
Rumah bukan hanya sekadar bangunan, ia adalah fondasi tempat sebuah keluarga merajut mimpi dan membangun masa depan. Di tengah pesatnya pembangunan, ketersediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah masih menjadi tantangan utama.
Namun, di Kalimantan Selatan, sebuah strategi ambisius sedang digulirkan untuk menjawab tantangan ini, menjadikan perumahan subsidi sebagai instrumen vital dalam menggerakkan ekonomi, memberdayakan masyarakat, dan bahkan mendongkrak sektor pariwisata. Ini adalah sebuah pendekatan holistik yang menempatkan rumah sebagai jantung dari pembangunan berkelanjutan.
Prioritas untuk Garda Terdepan
Strategi perumahan di Kalsel saat ini menunjukkan keberpihakan yang jelas. Rumah subsidi bukan lagi komoditas yang disebar secara acak, melainkan prioritas bagi kelompok masyarakat yang menjadi garda terdepan pembangunan, petani, nelayan, buruh, guru, pengemudi, hingga pekerja media. Kebijakan ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa mereka yang paling berkontribusi pada stabilitas sosial dan ekonomi juga mendapatkan akses utama terhadap hunian yang layak.
Dengan memiliki tempat tinggal yang pasti, kelompok-kelompok ini dapat fokus pada pekerjaan dan keluarga mereka, sehingga produktivitas meningkat dan kesejahteraan terasa nyata. Ini adalah investasi jangka panjang yang akan membuahkan hasil signifikan, karena rumah yang layak akan melahirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan siap bersaing.

KUR Perumahan, Revolusi Pembiayaan Perumahan
Inovasi paling signifikan dalam strategi ini adalah pengenalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, sebuah skema pembiayaan yang untuk pertama kalinya diterapkan di Indonesia. Selama ini, KUR dikenal sebagai modal kerja bagi UMKM. Namun, dengan mengadopsinya untuk sektor perumahan, pemerintah dan Kalsel membuka akses yang lebih luas bagi pengembang dan kontraktor.
Strategi penerapannya melibatkan beberapa langkah kunci:
Sinergi Perbankan dan Pemerintah: Membangun kemitraan kuat antara perbankan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan pemerintah daerah untuk menyederhanakan birokrasi dan menjamin kelancaran proses.
Fokus pada Pengembang Lokal: Memprioritaskan KUR Perumahan bagi pengembang dan kontraktor di daerah yang memiliki rekam jejak yang baik. Ini tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga memperkuat pelaku usaha lokal.
Skema Bunga Rendah: Memastikan bunga KUR tetap rendah dan terjangkau, sehingga proyek pembangunan dapat berjalan tanpa membebani biaya produksi yang tinggi.
Skema ini tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan rumah, tetapi juga menstimulasi seluruh rantai pasok industri perumahan, mulai dari produsen bahan bangunan hingga pekerja konstruksi. Ini adalah multiplier effect yang luar biasa.
Membangun Homestay dan Mendongkrak Pariwisata
Salah satu terobosan paling cerdas dari strategi ini adalah korelasi antara pembangunan perumahan dengan sektor pariwisata. Terutama di daerah-daerah yang memiliki potensi wisata, rumah-rumah subsidi ini juga dapat berfungsi sebagai homestay bagi para wisatawan.
Ini adalah sebuah konsep pariwisata pro-rakyat yang sesungguhnya. Para pemilik rumah, yang terdiri dari petani atau nelayan, kini memiliki kesempatan untuk menjadi pelaku pariwisata. Pemerintah dan penggiat pariwisata dapat berperan aktif dalam menyediakan pelatihan bagi mereka, mulai dari manajemen homestay, pelayanan tamu, hingga promosi di media sosial.

Dengan begitu, rumah tidak hanya menjadi aset tempat tinggal, tetapi juga aset produktif yang menghasilkan pendapatan tambahan. Hal ini tidak hanya mendiversifikasi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga menyediakan pilihan akomodasi yang lebih otentik dan terjangkau bagi wisatawan, yang pada akhirnya akan mendongkrak kunjungan dan memajukan sektor pariwisata Kalsel secara keseluruhan.
Strategi perumahan di Kalimantan Selatan saat ini adalah sebuah narasi tentang keberanian dan inovasi. Ini adalah bukti bahwa pemerintah memiliki visi jauh ke depan, melihat rumah sebagai instrumen multifungsi untuk kemajuan. Dengan memprioritaskan mereka yang paling membutuhkan, memperkenalkan skema pembiayaan yang revolusioner, dan mengintegrasikannya dengan pariwata, Kalsel sedang membangun fondasi kokoh untuk kesejahteraan rakyat.
Ini adalah model yang layak dicontoh, sebuah langkah progresif yang menunjukkan bahwa rumah yang layak adalah hak setiap warga negara, dan dengan strategi yang tepat, ia dapat menjadi kunci untuk membuka potensi tak terbatas sebuah bangsa.
- Penulis adalah Ketua DPD REI Kalimantan Selatan
