Memahami Talent DNA Ala Ary Ginanjar

0
ISFO UTAMA

Presiden ISFO (Ibnu Sina Foundation) H Ibnu Sina menyerahkan kenang-kenangan buku kepada Coach Iman Herdimansyah .(Foto - Risanta).

Menemukan Diri Sejati di Tengah Zaman yang Serba Cepat

Ada pengalaman menarik ketika Selasa malam, 28 Oktober 2025, kami diundang H Ibnu Sina (Wali Kota Banjarmasin dua periode) yang sekarang banyak memberikan perhatian bagi peningkatan SDM dan UMKM serta dunia pendidikan maupun pembinaan generasi muda, di bawah lembaga Ibnu Sina Foundation.

Tentu pria yang sekarang mendapat amanah sebagai Tenaga Ahli Gubernur Kalsel, bukan sekadar pria muda yang banyak menghabiskan waktu di rumah tak kala tak menjadi pejabat. Teman kami sesama berdakwah lewat radio di era 90-an dan 2000-an, selalu menjadikan ide dan sharing dalam bingkai diskusi menjadi media pertemanan kami.

Termasuk ketika mengenalkan Test DNA yang dipopuler tokoh sekelas Ary Ginanjar.Ada hal menarik ketika nuansa baru muncul dari teman-teman yang didatangkan khusus oleh H Ibnu Sina dan Founder Ibnu Sina Foundation, Dr Hj Siti Wasilah.

 

Para Peserta Kajian Rutin Isfo, dan Presiden ISFO, H Ibnu Sina serta tokoh masyarakat bersama pembicara Iman Herdimansyah . (Foto – Risanta).,

Hem ada benarnya juga sih dan kami beruntung mendapatkan info terbarukan, yang belum pernah kami dapatkan dibangku kuliah. Jadi ingat masa kuliah saja dan ketika kami juga sempa kebingungan saat memilih jurusan.Tetapi tak mengapa, kami mencoba menarasikan pertemuan sederhana di kawasan Graha Permai Darma Praja Banjarmasin, tadi malam. Inilah catatan sedikitnya.

Di tengah dunia yang serba cepat, di mana manusia berlomba untuk menjadi paling unggul, kadang kita lupa satu hal penting, siapa diri kita sebenarnya.Kita sibuk mengejar prestasi, karier, bahkan citra, namun tidak jarang kehilangan arah tentang mengapa kita melakukan semuanya. Dari kegelisahan seperti itulah, Ary Ginanjar Agustian menghadirkan pendekatan unik yang disebutnya Talent DNA.

Bukan DNA dalam arti biologis, melainkan “kode fitrah” manusia, pola alami yang membentuk cara kita berpikir, merasa, dan bertindak.Menurut Ary seperti yang disampaikan Coach Iman Herdimansyah , setiap orang diciptakan dengan potensi besar. Namun tanpa pemahaman diri, potensi itu justru bisa salah arah.

“Manusia hanya akan menemukan makna hidup ketika ia mengenali siapa dirinya dan untuk apa ia diciptakan,” ujarnya dalam acara Kajian Rutin ISFO dan bertepatan Hari Sumpah Pemuda.

 

Penulis (tengah) bersama Coah Iman Herdimansyah dkk serta Presiden ISFO, H Ibnu Sina. (Foto H Ibnu Sina).

Talent DNA ibarat cermin jujur. Ia membantu seseorang melihat dirinya apa adanya. Tentu bukan hanya dari apa yang tampak di luar, tapi dari pola dasar batin dan karakternya.

Tes ini memetakan kekuatan alami, nilai hidup, hingga gaya kepemimpinan seseorang. Dari situ, seseorang bisa memahami perannya di dunia: apakah ia tipe penggerak, pemikir, penata, atau penjaga harmoni.

Hasil pemetaan ini bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menguatkan kesadaran diri (self-awareness).Bila seseorang tahu di mana kekuatannya, ia tidak perlu meniru orang lain. Ia cukup bertumbuh sesuai “benih” yang ditanamkan Tuhan dalam dirinya.

Tentu banyak hal yang bisa kami petik malam itu. Termasuk antusias para mahasiswa menyimak serius paparan Iman Herdimansyah. Tak heran jika tokoh masyarakat dan berprofesi sebagai yakni dr IBG Dharma Putera mengapresiasi model Talent DNA sebagai pendekatan kepemimpinan berbasis nilai dan fitrah.

Kami tentu tak bisa menyimpulkan dan setidaknya melalui narasi menegaskan Tes DNA ala Ary Ginanjar bukan sekadar metode, tapi sebuah refleksi spiritual modern.

Model mengajarkan bahwa mengenali diri sendiri adalah langkah pertama menuju kebahagiaan dan kebermaknaan.

Sebab di ujung semua pencarian, manusia tidak sedang mencari dunia luar, melainkan sedang mencari dirinya sendiri.
Dan ketika seseorang akhirnya menemukan “DNA” fitrahnya, barulah ia benar-benar tahu, di mana ia seharusnya berdiri, bekerja, dan mengabdi.(Risanta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!