Naik Sepeda Dari Sumut Menghadiri Haul Abah Guru Sekumpul
Abdul Razak dan Chandra, dua orang warga Serdang Bedagai, Sumatera Utara, rela naik sepeda dari kampung halamannya ke Kalsel.
Kerukunan Bubuhan Banjar Sambut Muhammad Abdul Razak Dkk
Kecintaan terhadap Abah Guru Sekumpul atau Tuan Guru Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al-Banjari, membuat dua orang warga Serdang Bedagai, Sumatera Utara, rela naik sepeda dari kampung halamannya ke Kalsel.
Dua pria bernama Muhammad Abdul Razak dan Chandra Nasution bermaksud menghadiri Haulan Abah Guru Sekumpul di Martapura, 5 Januari 2025. Keduanya pun menempuh perjalanan naik sepeda selama 16 hari hingga sampai ke Banjarmasin, Minggu malam (22/12/2024).Keduanya tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Kedatangan mereka pun disambut sukacita dan penuh kehangatan persaudaraan dari Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Kerukunan Bubuhan Banjar (PP KKB), Datuk Taufik Arbain beserta Wakil Ketua IV H. Muhammad Ary, Kabid silaturrahmi, H. Amanul Yakin hingga Kabid organisasi H, Tarmuji. Tak hanya itu mereka juga disambut rombongan onthelis Komunitas Sepeda Antik Banjarmasin (SABAN).
Perjalanan menuju Kalsel untuk menghadiri langsung Haul Abah Guru Sekumpul, menjadi perjalanan yang paling mengesankan bagi Abdul Razak dan Chandra Nasution. Apalagi selama menempuh perjalanan dengan mengayuh sepeda ontel mereka merasakan perjuangan yang cukup berat.Maklum mereka bukan pegowes sejati, sehingga tidak selancar pesepeda kebanyakan.
“Alhamdulillah kami merasakan panas dan hujan sepanjang perjalanan.Namun karena niat ingin menghadiri Haul Abah Guru Sekumpul, cobaan berat perjalanan itu dijalani dengan nyaman dan gembira,” cerita Abdul Razak saat beristirahat ngopi bersama Pengurus Pusat Kerukunan Bubuhan Banjar, Minggu malam.
Baik Abdul Razak dan Chandra pun terkadang harus mengatur ritme perjalanan.Agar kondisi fit dan perjalanan lancar, keduanya saling menguatkan semangat selama perjalanan. Mereka pun terkadang hanya istirahat 4-2 jam saja sehari karena memastikan agar lebih cepat mereka datang ke Martapura Kalsel dan menikmati suasana haul meski akan berlangsung pada 5 Januari 2025 nanti.

Sejatinya bukanlah kelompok komunitas Sepeda Ontel yang berpengalaman dalam perjalanan jauh naik sepeda, tentu bukan perkara mudah mengayuh pedal menyusuri jalan datar, perbukitan, pegunungan. Apalagi mereka sempat mengalami putus rantai sepeda, pecah ban sebagaimana terjadi saat di sebuah kawasan Provinsi Jawa Tengah. Tentu pengalaman yang terlupakan untuk menuju Martapura.
“Terkadang jika maka singgahlah dimana ada warung di pinggir jalan, jika mengantuk maka singgahlah dimana tempat bisa berteduh, jika saat shalat maka singgahlah di masjid, Langgar dan tempat yang memungkinkan. Meskipun pernah sesekali mendapati Masjid dan Langgar yang terkunci di sepanjang pulau Jawa, tetapi tidak sedikit yang baik hati mempersilahkan untuk shalat dan mandi di sarana masjid,” tutur Razak dan Chandra berbareng.
Abdul Razak dan Chandra Nasution pun bersyukur selalu perjalanan diberikan kemudahan. Bahkan mereka disambut hangat sejumlah warga saat melintasi berbagai daerah.
“Alhamdulillah selama perjalanan selalu diberikan kemudahan, Kesehatan serta ada sambutan dari pengurus Kerukunan Bubuhan Banjar, khususnya saat berada di Surabaya untuk menyeberang ke Banjarmasin Bersama Pengurus Wilayah Kerukunan Bubuhan Banjar Jawa Timur Bapak Alamsyah dan Bapak Dr Asmirin Noor,” ujar Abdul Razak.
Abdul Razak menempuh waktu bersepeda onthel selama 16 hari melintasi Sumut, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung lalu menyeberang dari pelabuhan Bakeuhuni ke Merak kemudian melintasi pulau Jawa ke Surabaya lalu naik kapal fery dari pelabuhan Tanjung Perak ke Trisakti. Jarak tempuh perjalanan ini lebih dari 3177 km.

Rencananya Abdul Razak dan Chanda akan melakukan ziarah dan wisata religius di sekitar kota Banjarmasin dan Martapura sampai pada puncak hari H serta bergabung dengan para Jamaah yang menginap sekitar Sekumpul.
Kedatangan dua peseda yang merupakan Jamaah Haul Guru Sekumpul di Pelabuhan Trisakti disambut oleh puluhan komunitas sepeda Ontel SABAN, Kosti Banjarmasin, pengurus Bubuhan Banjar Sa dunia serta Relawan Panitia Haul Abah Guru Sekumpul yang bertugas di Pelabuhan Trisakti.
“Alhamdulillah akhirnya sampai jua dingsanak kita Abdul Razak dan Chandra Nasution ke Banua dengan selamat dan sehat. Barakallah, kita sangat merasa senang sekali mereka tiba di Banjarmasin, setelah sebelumnya dengan penuh perjuangan bersepeda dari Serdang, Sumatera Utara,” kata Sekjen PP KKB, Taufik Arbain.
Menurut Taufik Arbain, kedatangan Abdul Razak ini sudah diberitahukan Pengurus PW Kerukunan Bubuhan Banjar Provinsi Sumatera Utara, Bapak H Jumbri sehingga PP KBB Sa dunia mengkoordinasikan dengan PW-PW yang kebetulan rutenya menjadi lintas para pelintas ke Haul Guru Sekumpul ini agar diberikan kemudahan dan lainnya.
“ Alhamdulillah kita di KBB, adanya kedatangan mereka bagian dari menjalankan misi program silaturahmi dan ini tentu sesuatu yang unik bubuhan Banjar mampu melintas batas sebagaimana semangat para datu-datu Bahari yang berjiwa penjelajah, perantau dengan semangat waja sampai ka putting berbantalkan ombak berselimutkan angin. Hari ini Pak Razak dan Pak Chandra sebagai generasi ketiga, Menaik turun bukit, Melintas kesunyian dan keramaian. Semoga selalu diberikan kemudahan, dan perjalanan pak Razak dan Pak Chandra ini menjadi inspirasi spirit keberagamaan urang Banjar” ucap Sekjen PP KBB sa dunia ini.
Menurut rencana, sehari setelah Acara Haul, Abdul Razak dan Chandra Nasution akan melanjutkan perjalanan ke Balikpapan dan Samarinda untuk mengikuti pengajian Tuan Guru Udin Samarinda. PP KBB sa dunia sudah melakukan komunikasi dengan PD Balikpapan dan PW KBB Kalimantan Timur. Apalagi perjalanan Abdul Razak dan Chandra yang sempat viral ini bisa terpantau pengurus KBB . (M.Irfani)


Alhamdulillah sampai bjm bapak dr medan unk mengikuti acara haul sekumpul yg k 20 januari 2025