ASPPI Siap Berkolaborasi Dengan Kemenpar

0
ASPPI KETUM AGUS

Ketua Umum ASPPI, Agus Pahlevi saat memberikan pandangannya dalam Rakor Bersama Menteri Pariwisata dan Asosiasi Kepariwisataan Nasional.

Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) memastikan siap mendukung penuh program-program Kementerian Pariwisata dalam mendongkrak jumlah kunjungan wisata ke Indonesia.

Terlebih Kemenpar telah merancang lima program terobosan untuk tahun 2025. Program-program ini tidak hanya untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan citra dan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia.

“Insya Allah sebagai salah satu organisasi terbuka, ASPPI, siap mendukung penuh program Ibu Menteri Widiyanti Putri Wardhana dan Kementerian Pariwisata, untuk memajukan pariwisata Indonesia. Kami pun siap untuk berkolaborasi untuk mewujudkan keberhasilan dari program -program Kementerian Pariwisata,” kata Ketua Umum Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), Agus Pahlevi, disela-sela Rapat Koordinasi Menteri Pariwisata bersama Asosiasi Kepariwisataan, di di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Sabtu (21/12/2024).

ASPPI sendiri lanjut Agus, sebagai organisasi yang mengedepankan persahabatan dan persaudaraan serta bukan organisasi bisnis dan persaingan, terus berperan aktif dalam mendukung pengembangan dan memajukan pariwisata. Hal ini terlihat dari berbagai kegiatan dan agenda yang dilakukan sepanjang tahun, sejak organisasi ini berdiri tahun 2008 di Bali.

“Sebagai organisasi yang didalamnya berisi para pelaku dan penggiat pariwisata, hampir setiap tahun ada sejumlah event seperti Travel Mart maupun seminar yang dilakukan kawan-kawan DPD di daerah. Dan ASPPI salah satu asosiasi yang tetap konsen menjalankan program-program seperti Travel Mart termasuk beberapa pengurus di pusat maupun di daerah menjadi pembicara sejumlah seminar dan pelatihan, maupun mengikuti sejumlah Rakor di kementerian terkait,” terang Agus.

 

Salah satu kegiatan ASPPI di Kota Batam Kepri, dalam rangka mendorong kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara.

Saat ini ASPPI juga terus mengembangkan kapasitas SDM bagi pengurus dan anggota di seluruh Indonesia. Ini juga salah satu langkah strategis dalam penguatan SDM, sehingga pelaku pariwisata yang terjun di lapangan adalah mereka yang memiliki kapabelitas dan mumpuni sesuai keahliannya.

“Karena kemajuan teknologi dan perubahan-perubahan selalu bergerak dinamis, karena itu harus disiapkan personal-personal yang memiliki kemampuan yang sesuai keahlian dan profesional. Hal ini selaras pula dengan tekad kami mendukung penuh program-program terbaik Kemenpar,” sambung Agus.

Seperti diketahui2025 Kementerian Pariwisata mentargetkan kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman sebesar 16 juta orang.Sedangkan pergerakan wisatawan nusantara diperkirakan mencapai 1,08 miliar. Tak hanya itu di era Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, pun berharap kontribusi pariwisata terhadap PDB sebesar 4,6 persen, devisa pariwisata mencapai 19 hingga 22,1 miliar dollar AS. Ini ditunjang pula dengan jumlah tenaga kerja pariwisata sebanyak 25,8 juta orang.

Kemenpar sendiri pun telah merancang lima program terobosan untuk tahun 2025. Program-program ini tidak hanya untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan citra dan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia.

Salah Program terobosan tahun 2025 adalah pariwisata naik kelas. Program ini bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi berkualitas tinggi.
Dalam mempersiapkan Indonesia sebagai quality tourist destination maka akan dilakukan dengan membersihkan destinasi-destinasi yang kurang bersih. Kemudian pemasaran akan diarahkan untuk menyasar negara-negara asal wisatawan high spender yakni mereka yang akan mengeluarkan belanja lebih banyak dan tinggal lebih lama.

 

Salah bentuk kolaborasi ASPPI dan pemerintah itu seperti pada event West Java Tourism Exchange (WJTE) 2 yang diselenggarakan oleh Disbudpar Kabupaten Cirebon menggandeng ASPPI Cirebon Raya.

Dalam rangka mendatangkan wisatawan berkualitas maka akan dilakukan dengan refocusing market. Dan untuk mendukungnya juga akan dilakukan revamping image pariwisata Indonesia ke negara-negara yang disasar.

Dengan membenahi citra pariwisata Indonesia menjadi high quality tourism destination diharapkan dapat mendatangkan lebih banyak turis high-end yang bisa berkontribusi menyumbangkan devisa yang lebih besar lagi. Wisatawan dari pasar high-end pun diharapkan bisa berkontribusi pada pariwisata berkualitas.
Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi delapan persen pada 2029, salah satu kontribusi pariwisata adalah tidak hanya fokus pada jumlah wisatawan tetapi juga fokus pada meningkatkan kualitas pariwisata yang ditawarkan agar lebih kompetitif di tingkat global.

“Terkait ini ada strategi utama yang dilakukan ASPPI, seperti pengembangan digital, kerjasama internasional (kerjasama pariwisata global), mendukung pariwisata berkelanjutan, pengembangan produk wisata.Yang terpenting kami telah menyiapkan peningkatan kapasitas SDM di tubuh ASPPI khusus penggiat pariwisata secara nasional,” pungkasnya. (Olpah Sari-Risanta).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!