Pertamina Komitmen Jaga Keberlanjutan Lingkungan

0
FESTIVAL CILIWUNG

Direktur Manajemen Risiko Pertamina, Ahmad Siddik Badruddin melakukan penanaman pohon di sela-sela penutupan Festival Ciliwung 2024. (Foto Humas Pertamina).

Dukung Penuh Festival Ciliwung 2024

PT Pertamina (Persero) menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dengan mendukung kegiatan Festival Ciliwung 2024 yang puncaknya berlangsung di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

Kegiatan Festival Ciliwung berlangsung dari 5 Juni hingga puncaknya pada 19 Desember 2024 ini melibatkan lebih dari 1.200 peserta dari berbagai latar belakang. Dengan beragam kegiatan yang berdampak positif terhadap lingkungan, festival ini tak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi juga memupuk aksi nyata.

Acara ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk merawat Sungai Ciliwung yang merupakan ikon strategis ekosistem nasional sekaligus sumber kehidupan bagi masyarakat sekitarnya.

Festival ini resmi ditutup dengan rangkaian kegiatan penanaman pohon yang dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dan Direktur Manajemen Risiko Pertamina, Ahmad Siddik Badruddin, pada Jumat (20/12/2024).

Ahmad Siddik Badruddin bersama Menteri Lingkungan Hidup turut serta dalam penanaman pohon sebagai langkah nyata dalam mendukung pemulihan Sungai Ciliwung.

Festival yang berlangsung sejak Juni 2024 ini merupakan kolaborasi antara Pertamina Group, Kementerian Lingkungan Hidup, dan komunitas pecinta lingkungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian sungai.

“Melalui kolaborasi ini, Pertamina berupaya memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan, khususnya dalam mengatasi pencemaran dan mengembalikan fungsi ekosistem Sungai Ciliwung. Kami mendukung penuh upaya untuk menjadikan sungai sebagai bagian vital peradaban sekaligus mendukung target Indonesia menuju net zero emission,” ujar Ahmad Siddik Badruddin.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyoroti kondisi Sungai Ciliwung yang membentang sejauh 193 km dari Bogor hingga Jakarta. Ia menegaskan pentingnya pemulihan sungai ini untuk menjamin keberlanjutan pasokan air bersih bagi 31 juta penduduk Jabodetabek.

“Setiap hari, Sungai Ciliwung menampung sekitar 53 ton limbah domestik. Hal ini mencerminkan tantangan besar yang harus kita atasi bersama. Kami sangat mendukung langkah-langkah yang telah diinisiasi oleh Pertamina dan berharap program ini dapat diperluas ke sungai-sungai lain,” ujar Hanif Faisol Nurofiq.

 

Foto- Humas Kementerian Lingkungan Hidup.

Sungai Ciliwung menjadi salah satu perhatian utama dalam upaya pemulihan lingkungan. Dengan panjang mencapai 193 km dari Bogor hingga Jakarta, sungai ini dibagi menjadi enam segmen, seluruhnya memiliki tingkat pencemaran yang tinggi.

“Setiap hari Sungai Ciliwung dibebani rata-rata 53 ton limbah, termasuk sampah domestik, limbah peternakan, dan industri,” ungkap Hanif.

Dari 38 ribu hektar DAS Ciliwung, hampir 70% telah menjadi pemukiman, sementara hanya 24% yang masih berupa tutupan hutan di bagian hulu. Kondisi ini memperparah masalah tata air yang hanya dapat dikelola dengan keberadaan pohon.

Sebagai bagian dari Festival Ciliwung, Pertamina tidak hanya fokus pada penanaman pohon, tetapi juga pada program-program lainnya seperti edukasi masyarakat bagi rumah tangga dan pelajar serta peningkatan infrastruktur pengelolaan limbah. Upaya ini sejalan dengan visi Pertamina dalam mendukung transisi energi hijau dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.(M.Irfani).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!