Hj Ita Rosida, Kembangkan Kue Sagu Refirsya dari Dapur Rumah

0
IBU ITA UMKM

Peluang usaha terkadang berawal dari sesuatu yang sederhana. Dari dapur rumah tangga, kreativitas mengolah bahan pangan dapat berkembang menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus membuka jalan bagi tumbuhnya kemandirian usaha.

Semangat itulah yang diperlihatkan Hj Ita Rosida, wirausahawan muda asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melalui produk kuliner Kue Sagu Refirsya Cookies.

Menghadirkan kue sagu dengan bentuk khas menyerupai bunga dan tekstur berulir, Refirsya mencoba memberikan sentuhan berbeda pada salah satu jenis camilan yang cukup dikenal masyarakat. Produk ini dikemas dengan desain berwarna hijau cerah, dilengkapi identitas merek serta informasi komposisi dan legalitas produk.

Kue Sagu Refirsya dibuat menggunakan bahan sagu, susu kental manis, telur, gula halus, dan margarin. Perpaduan bahan tersebut menghasilkan camilan kering yang dapat dinikmati bersama keluarga, menjadi teman minum teh atau kopi, maupun disajikan sebagai suguhan bagi tamu.

Bagi Hj Ita Rosida, kehadiran Refirsya menjadi bagian dari kreativitas dalam mengembangkan usaha kuliner rumahan. Produk ini memperlihatkan bahwa industri rumah tangga memiliki kesempatan untuk tumbuh melalui pengolahan bahan pangan, inovasi tampilan, serta penguatan identitas merek.

 

Membangun Nilai Tambah Produk Rumahan

Dalam persaingan bisnis makanan ringan, cita rasa bukan satu-satunya faktor yang menentukan daya tarik produk. Kemasan, konsistensi kualitas, kebersihan, legalitas, dan kemampuan membangun kepercayaan konsumen juga menjadi bagian penting dari perjalanan sebuah usaha.

Refirsya memperlihatkan perhatian terhadap aspek tersebut melalui kemasan produk yang mencantumkan komposisi, nomor P-IRT 6056371010535-28, serta label Halal Indonesia. Produk ini dipasarkan dalam kemasan dengan berat bersih 100 gram.

Identitas visual yang diperkenalkan juga menjadi upaya membangun pengenalan merek di tengah beragamnya produk makanan ringan yang beredar di pasaran.

Bagi pelaku usaha rumah tangga, langkah semacam ini penting. Sebuah produk yang semula dikenal dalam lingkup keluarga atau lingkungan sekitar dapat memiliki peluang menjangkau konsumen yang lebih luas apabila didukung kualitas produksi dan strategi pemasaran yang tepat.

Kisah usaha Hj Ita Rosida melalui Refirsya juga memberikan gambaran tentang peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan sektor usaha mikro.

Industri rumah tangga memiliki karakteristik yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Usaha dapat dimulai dari keterampilan yang dimiliki, memanfaatkan sumber daya yang tersedia, kemudian dikembangkan secara bertahap mengikuti kebutuhan pasar.

Banjarmasin dengan aktivitas perdagangan dan kulinernya menyediakan ruang bagi produk-produk lokal untuk memperkenalkan diri. Pemasaran melalui toko oleh-oleh, kegiatan bazar UMKM, pameran produk lokal, hingga platform digital dapat menjadi alternatif untuk memperluas jangkauan pasar.

Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi kualitas, meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat jaringan pemasaran, serta membangun pelanggan yang loyal.

Kue Sagu Refirsya menjadi salah satu contoh bagaimana kreativitas seorang wirausahawan dapat diterjemahkan menjadi produk nyata. Ada proses pengolahan, pemilihan bahan, pengemasan, dan upaya membangun merek yang menyertai perjalanan sebuah produk rumahan.

Bagi Hj Ita Rosida, Refirsya membawa identitas usaha kuliner dari Banjarmasin. Sebuah kreasi yang menunjukkan bahwa peluang ekonomi tidak selalu harus dimulai dari investasi besar. Terkadang, langkah pertama justru lahir dari keberanian mengembangkan keterampilan dan kreativitas yang dimiliki.

Dari dapur rumah, peluang usaha bisa dirintis. Dari produk sederhana, sebuah merek lokal berpeluang tumbuh dan dikenal lebih luas.(Olpah Sari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!