Data Geospasial Kunci Kalsel Menuju Pusat Logistik Kalimantan

0
GEOPASIAL NANDA

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, saat menyerrahkan Penganugerahan Geospasial Banua Award 2026 kepada Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda, di Aula Khalid Maksum, Kantor Bappeda Kalsel, Senin (19/10/2026). (Foto Naimah - Biro Adpim Kalsel).

Pemetaan potensi wilayah menjadi salah satu kunci bagi Kalimantan Selatan untuk memperkuat posisinya sebagai pusat logistik Kalimantan.

Data geospasial yang akurat dan terintegrasi dibutuhkan agar pengembangan sektor pertanian, perikanan, industri, pariwisata, hingga infrastruktur dan jalur distribusi dapat direncanakan secara lebih terarah.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menegaskan pentingnya pengelolaan data geospasial berkualitas sebagai dasar penentuan prioritas pembangunan dan penggunaan anggaran daerah.

Pesan tersebut disampaikan melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, saat menghadiri Penganugerahan Geospasial Banua Award 2026 di Aula Khalid Maksum, Kantor Bappeda Kalsel, Senin (19/10/2026).

Menurut Muhidin, data spasial yang baik memungkinkan pemerintah melihat keterkaitan antarsektor secara utuh. Dengan demikian, penentuan lokasi program prioritas dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kondisi riil di lapangan.

“Pembangunan yang tepat sasaran dimulai dari mengenali wilayah sendiri. Untuk menyiapkan fasilitas pendidikan dan kesehatan, kita perlu tahu lebih dahulu desa mana yang layanannya belum memadai. Untuk mengantisipasi bencana, kita perlu mengetahui kawasan mana yang paling berisiko,” kata Syarifuddin saat membacakan sambutan gubernur.

Ia menekankan, kualitas data geospasial tidak cukup hanya dilihat dari ketersediaannya. Pemerintah daerah juga perlu memastikan kejelasan penanggung jawab, kompetensi pengelola, serta pemutakhiran dan pemeriksaan kualitas data secara berkala.

Penggunaan data antarinstansi pun perlu diperkuat sesuai kewenangan dan ketentuan akses. Setiap data harus memiliki sumber dan metadata yang jelas agar dapat digunakan lintas sektor tanpa menimbulkan kesalahan interpretasi.

Muhidin juga mengajak pemerintah kabupaten dan kota mempererat koordinasi dengan pemerintah provinsi untuk membangun sistem data yang saling terhubung.

Bappeda Kalsel diminta mengoordinasikan tindak lanjut hasil evaluasi Geospasial Banua Award bersama perangkat daerah terkait, termasuk mendorong pertukaran praktik baik antarsimpul jaringan informasi geospasial.

Kolaborasi dengan Badan Informasi Geospasial (BIG), perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya juga dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas pengelola informasi geospasial di daerah.

“Dari sanalah kebijakan satu peta dan satu data Indonesia akan benar-benar berjalan di Kalsel,” demikian pesan gubernur yang disampaikan Syarifuddin.

Banjarmasin Juara Kategori Kabupaten/Kota

Dalam ajang Geospasial Banua Award 2026, Pemerintah Kota Banjarmasin meraih juara pertama kategori pemerintah kabupaten/kota. Posisi kedua ditempati Pemerintah Kabupaten Banjar, disusul Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu di peringkat ketiga.

Juara harapan pertama diraih Pemerintah Kota Banjarbaru, harapan kedua Pemerintah Kabupaten Kotabaru, dan harapan ketiga Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Sementara itu, pada kategori satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tingkat provinsi, Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel meraih juara pertama. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel menempati posisi kedua, sedangkan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kalsel berada di posisi ketiga.

Untuk kategori harapan, juara pertama diraih Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalsel, juara kedua Dinas Kehutanan Kalsel, dan juara ketiga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kalsel.

Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial BIG, Ibnu Sofian, bersama Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin menyerahkan penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap perangkat daerah serta pemerintah kabupaten dan kota yang dinilai memiliki kinerja dalam pengelolaan informasi geospasial.

Kepala Bappeda Kalsel, Suprapti Tri Astuti, menjelaskan Geospasial Banua Award mengadopsi konsep Bhumandala Award, yakni penghargaan informasi geospasial tingkat nasional.

Kegiatan ini diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Bappeda selaku pembina data geospasial daerah setiap dua tahun sekali.

“Pada tahun 2026 ini merupakan kali ketiga pelaksanaan Geospasial Banua Award,” ujar Suprapti.

Penganugerahan tahun ini mengusung tema “Tata Kelola Data yan

g Berkualitas Menuju Pembangunan yang Andal dan Berkelanjutan”. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah diharapkan semakin memperkuat integrasi dan kualitas data geospasial agar kebijakan pembangunan, pengelolaan potensi wilayah, mitigasi bencana, serta pengembangan konektivitas logistik dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan berkelanjutan.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!