OJK Bekali Petugas Kebersihan Banjarmasin Cegah Scam
Petugas kebersihan perlu memahami cara mengelola keuangan sekaligus mengenali berbagai modus penipuan yang dapat mengancam penghasilan mereka.
Edukasi tersebut menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Kota Banjarmasin dan pelaku usaha jasa keuangan.
Melalui kegiatan bertema “Banua Bersih, Finansial Tangguh: Cerdas Keuangan Wahini, Waspada Scam, Aman Salawasan”, Selasa (13/10/2026), para petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin dibekali pemahaman mengenai literasi keuangan, keamanan data pribadi, dan langkah pencegahan penipuan.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, mengatakan masyarakat perlu memahami manfaat dan risiko produk jasa keuangan agar dapat mengambil keputusan secara bijak serta terhindar dari berbagai modus penipuan.
“Melalui Program Banua Waspada Scam, OJK bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha jasa keuangan terus mendorong masyarakat agar semakin cerdas dalam mengelola keuangan, waspada terhadap penipuan, dan mengetahui langkah yang tepat untuk melindungi diri apabila menghadapi indikasi scam,” ujar Agus.
Dalam edukasi tersebut, peserta diingatkan agar tidak memberikan PIN, kata sandi, kode OTP, maupun foto identitas pribadi kepada orang lain.
Petugas juga diminta berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan, survei, hadiah, atau imbalan yang mensyaratkan penggunaan rekening pribadi untuk menerima dan meneruskan uang.
Tawaran pinjaman dan investasi dengan iming-iming keuntungan besar tanpa risiko juga perlu diwaspadai.
Sebelum menggunakan layanan keuangan, masyarakat dianjurkan memeriksa legalitas penyedia melalui kanal resmi dan memahami ketentuan produk yang ditawarkan.
OJK juga mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan memindahkan dana yang tidak diketahui asal-usulnya. Jika menerima transfer yang tidak dikenal dan diminta meneruskannya ke rekening lain, penerima sebaiknya menghubungi bank melalui kanal resmi untuk memastikan kejelasan transaksi.
Pentingnya edukasi ini tercermin dari data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Terdapat 3.314 laporan terkait penipuan keuangan dari wilayah Kalimantan Selatan melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), dengan total kerugian sekitar Rp111 miliar.
Masyarakat yang menjadi korban diimbau segera menghubungi bank atau penyedia jasa pembayaran, menyimpan bukti transaksi dan komunikasi, serta melaporkan kejadian melalui IASC sesuai mekanisme yang berlaku.
Dalam kegiatan itu, Bank Kalsel mengedukasi peserta mengenai penggunaan layanan perbankan melalui kanal resmi dan pentingnya menjaga kerahasiaan informasi rekening.
Sementara itu, PT Pegadaian mengingatkan masyarakat agar memahami karakteristik produk keuangan sebelum menentukan pilihan sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, turut mendukung peningkatan literasi dan pelindungan konsumen keuangan bagi masyarakat, termasuk petugas kebersihan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 sekaligus mendukung Program Banua Waspada Scam.
Melalui edukasi tersebut, OJK berharap petugas kebersihan semakin cermat mengelola penghasilan, menjaga keamanan rekening, dan mengenali penipuan sejak dini.
Pesan yang ingin ditekankan sederhana yaitu jangan mudah percaya pada tawaran yang terlalu menggiurkan, jangan menyerahkan data rahasia kepada orang lain, dan segera mencari konfirmasi melalui saluran resmi ketika menemukan transaksi mencurigakan.(M.Irfani).
