MENGENAL LEBIH DEKAT ADINK BANK KALSEL

0
ADINK

Foto Ilustrasi - Dok Economic Travelling.Com.

Di sebuah desa yang jauh dari pusat kota, urusan perbankan bisa menjadi pekerjaan tersendiri.

Warga harus mengatur waktu, menyiapkan ongkos perjalanan, bahkan menyesuaikan diri dengan ketersediaan transportasi hanya untuk menyetor uang atau menarik tunai.

Bagi pedagang kecil, meninggalkan tempat usaha selama beberapa jam juga berarti kehilangan kesempatan melayani pembeli.

Situasi seperti ini memperlihatkan bahwa akses terhadap layanan perbankan tidak selalu sesederhana memiliki rekening.

Jarak, biaya transportasi, dan waktu menjadi pertimbangan yang menentukan apakah masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan secara rutin.

Bank Kalsel mencoba mendekatkan layanan tersebut melalui ADINK, singkatan dari Agen Digital Inklusif Keuangan.

Melalui jaringan agen berbasis masyarakat, sebagian layanan perbankan dapat diakses dari tempat usaha yang lebih dekat dengan lingkungan warga, seperti toko, kios, atau unit usaha lainnya.

Model ini menawarkan pendekatan berbeda dari pelayanan melalui kantor cabang. Bank tidak harus selalu hadir dalam bentuk gedung dengan ruang tunggu dan meja pelayanan.

Dengan dukungan teknologi, masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat menjadi mitra layanan perbankan dan membantu warga di sekitarnya melakukan transaksi sesuai fasilitas yang tersedia.

Bagi Kalimantan Selatan, pendekatan tersebut memiliki relevansi tersendiri. Wilayahnya mencakup kawasan perkotaan, pedesaan, pesisir, hingga kepulauan yang akses transportasinya tidak selalu mudah.

Kehadiran agen berpotensi memperpendek jarak antara masyarakat dan layanan keuangan formal, sekaligus membuka peluang usaha tambahan bagi warga yang bergabung sebagai mitra.

Namun, pertanyaan pentingnya tidak berhenti pada seberapa luas jaringan yang berhasil dibangun. Seberapa aktif agen melayani masyarakat? Berapa transaksi yang sudah berlangsung? Dan sejauh mana kegiatan tersebut menghasilkan manfaat ekonomi bagi agen maupun nasabah?

Pertanyaan-pertanyaan itu menjadi penting ketika ADINK berkembang sebagai salah satu kanal layanan Bank Kalsel.

Berawal dari Layanan Bank Kalsel Pandai

Perjalanan program ini memiliki pijakan regulasi yang jelas. Pada 17 September 2024, Bank Kalsel memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyelenggarakan layanan Laku Pandai dengan klasifikasi A.

Layanan tersebut mencakup rekening Basic Saving Account (BSA), setoran dan penarikan tunai, serta transaksi pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Program itu kemudian diluncurkan secara resmi dengan nama Bank Kalsel Pandai pada 18 Desember 2024 di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, oleh Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin.

Pada tahap awal pengembangan jaringan, Bank Kalsel mencatat 34 agen yang tersebar di Kalimantan Selatan. Salah satu titik layanannya berada di Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru.

Kehadiran agen di wilayah kepulauan ini memberikan gambaran tentang kebutuhan layanan keuangan yang tidak selalu dapat dipenuhi dengan mengandalkan kantor cabang.

Bank Kalsel selanjutnya menargetkan pengembangan jaringan hingga 1.000 agen sepanjang 2025. Target tersebut memperlihatkan arah pengembangan layanan yang bertumpu pada kemitraan dengan masyarakat.

Dalam skema Laku Pandai, agen menjadi perpanjangan layanan bank untuk menjangkau pengguna yang membutuhkan akses transaksi lebih dekat.

Pola ini juga memungkinkan bank memperluas jangkauan pelayanan tanpa harus membangun kantor cabang di setiap lokasi.

Meski demikian, perluasan melalui agen tetap membutuhkan dukungan teknologi, pengawasan, pelatihan, dan prosedur operasional yang memadai. Kepercayaan masyarakat terhadap agen menjadi bagian penting karena transaksi berlangsung di lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Dari 34 Menjadi 968 Agen

Perkembangan jumlah agen menunjukkan perubahan skala jaringan ADINK dalam waktu relatif singkat.

Pada Maret 2025, jumlah agen tercatat sebanyak 34. Angka tersebut meningkat menjadi 702 agen aktif pada November 2025.

Selanjutnya, publikasi pada Maret dan April 2026 menyebutkan jaringan Bank Kalsel telah mencapai 968 agen hingga Desember 2025.

Dengan demikian, jumlah agen bertambah 934 dalam kurun Maret hingga Desember 2025. Dibandingkan dengan angka awal, jaringan tersebut berkembang lebih dari 28 kali lipat.

Pertumbuhan ini menunjukkan perluasan jangkauan layanan yang cukup besar. Semakin banyak titik layanan berpotensi memberi masyarakat pilihan transaksi yang lebih dekat, terutama bagi mereka yang tinggal jauh dari kantor bank.

Peluang Penghasilan bagi Mitra

Bagi masyarakat yang bergabung sebagai agen, ADINK menawarkan peluang memperoleh pendapatan tambahan melalui sharing fee atau imbal jasa transaksi sesuai ketentuan Bank Kalsel.

Peluang ini menarik bagi pemilik toko, kios, dan usaha kecil yang telah memiliki pelanggan tetap.

Selain memperoleh imbal jasa dari layanan perbankan, agen berpotensi mendapatkan tambahan kunjungan ke tempat usaha.

Warga yang datang untuk melakukan transaksi dapat sekaligus membeli barang kebutuhan sehari-hari atau menggunakan jasa lain yang tersedia.

Dari sudut pandang ekonomi lokal, pola ini dapat mempertemukan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan dengan aktivitas usaha yang telah berjalan.

Agen tidak harus selalu memulai usaha dari nol, melainkan dapat menambahkan layanan perbankan ke dalam kegiatan usahanya.

Bagi nasabah, manfaatnya terletak pada kemudahan akses. Pembukaan rekening dan transaksi seperti setor tunai, tarik tunai, transfer, serta pembayaran dapat dilakukan sesuai fitur yang tersedia melalui agen resmi. Warga tidak perlu selalu mendatangi kantor cabang untuk memenuhi kebutuhan transaksi dasar.

Meski demikian, besarnya pendapatan agen tidak dapat diasumsikan sama.

Penghasilan dipengaruhi jumlah transaksi, jenis layanan, besaran imbal jasa, serta kemampuan agen memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat, termasuk ketersediaan uang tunai.

Maka produktivitas menjadi faktor penting. Agen yang aktif bertransaksi berpeluang memperoleh manfaat ekonomi lebih besar dibandingkan agen yang hanya terdaftar.

Pulau Sembilan dan Arti Layanan yang Dekat

Salah satu contoh yang menggambarkan arti kedekatan layanan ADINK berada di Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru.

Dalam pemberitaan pada September 2025, Bank Kalsel menyoroti keberadaan Toko Umran sebagai agen digital yang telah terdaftar sejak 16 Januari 2025 dan memperoleh pelatihan untuk menjalankan layanan.

Kehadiran agen tersebut memberi alternatif bagi masyarakat yang selama ini harus mempertimbangkan perjalanan laut ketika membutuhkan layanan perbankan di daratan utama.

Dalam pemberitaan yang sama, seorang warga bernama Sitti Hajar menyampaikan bahwa keberadaan layanan itu membantu karena masyarakat tidak lagi harus repot pergi ke kota untuk memenuhi kebutuhan transaksi perbankan.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran yang lebih konkret tentang inklusi keuangan.

Bagi masyarakat di kawasan kepulauan, satu agen yang aktif dan dapat diandalkan bisa memiliki arti besar dalam kehidupan sehari-hari.

Manfaatnya bukan sekadar menghemat waktu perjalanan. Akses yang lebih dekat juga berpotensi membantu warga mengatur arus kas, menyimpan uang dengan lebih praktis, dan menjalankan kegiatan ekonomi tanpa terlalu sering meninggalkan tempat tinggal atau usaha.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!