Di Hari Ke-14 Sudah 172 Korban Virgo Ditemukan
Petugas Tim SAR Menurunkan jenazad dari helikopter TNI AL (Foto - Humas Basarnas).
Operasi pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport-8 di perairan Laut Jawa masih terus berlangsung. Hingga Sabtu (26/9) pukul 18.00 WITA, Tim SAR Gabungan telah menemukan 172 orang, terdiri dari 108 orang selamat dan 64 orang meninggal dunia.
Pencarian masih difokuskan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal, termasuk melalui penyelaman untuk menyisir bagian bawah permukaan laut.
Dari KN SAR Pacitan, Tim Selam Gabungan melaksanakan penyelaman dalam empat sortie hingga sekitar pukul 16.10 WITA.
Dalam rangkaian penyelaman tersebut, tim kembali menemukan sejumlah jasad korban yang kemudian dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut.
Sebanyak empat korban hasil penyelaman ini dibawa menuju KRI Gusti Ngurah Rai untuk menjalani proses penanganan sesuai prosedur.
Temuan juga datang dari wilayah pesisir Kalimantan Tengah.
Kantor SAR Palangka Raya melaporkan Tim SAR Gabungan menemukan enam jenazah berwarna hitam pada Sabtu. Tiga jenazah ditemukan di Kabupaten Sukamara, dua lainnya di Kabupaten Seruyan, dan satu lagi di kawasan Sungai Cabang, Pangkalan Bun.
Empat jenazah hasil penyelaman kemudian diterbangkan menggunakan HS Panther 1311 dan tiba di Lanud Syamsudin Noor pada pukul 18.18 WITA.
Seluruh temuan selanjutnya diserahkan untuk proses identifikasi dan penanganan sesuai prosedur.
Kepala Basarnas menegaskan pencarian korban masih menjadi prioritas. Tim SAR Gabungan tidak hanya menyisir lokasi utama kecelakaan, tetapi juga menelusuri wilayah yang berpotensi menjadi lokasi ditemukannya korban atau benda yang berkaitan dengan kecelakaan kapal.
“Operasi SAR masih terus kami laksanakan secara maksimal. Setiap temuan akan segera dievakuasi dan ditangani sesuai prosedur. Fokus utama kami adalah menemukan korban yang masih dalam pencarian dan memberikan kepastian kepada keluarga,” ujar Kepala Basarnas M Safii, dalam keterangan resminya, Sabtu (26/09/2026).
Dengan masih adanya korban yang dinyatakan hilang, operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan mengerahkan kapal, penyelam, personel SAR, serta berbagai sarana pendukung.
Koordinasi antarpersonel dan unsur SAR juga terus diperkuat, baik dalam pencarian di laut maupun penelusuran temuan yang ditemukan di sejumlah wilayah pesisir Kalimantan. (Olpah Sari).
