Neli Listriani: Kader Posyandu Jangan Jalan di Tempat
Ketua Tim Penggerak Posyandu Kota Banjarmasin, Hj Neli Listriani.(Foto - Media Center Banjarmasin).
Ketua Tim Penggerak Posyandu Kota Banjarmasin, Hj Neli Listriani, tak ingin kader Posyandu berhenti pada rutinitas.
Menurutnya, perubahan kebutuhan masyarakat menuntut kader terus meningkatkan kemampuan agar pelayanan yang diberikan semakin berkualitas.
Pesan itu disampaikan Neli saat membuka Jambore Kader Posyandu Tingkat Kota Banjarmasin di Aula Sekretariat Bersama Khatib Dayyan, Kamis (17/9/2026).
Neli mengatakan, peran kader Posyandu kini semakin luas. Kader tidak cukup hanya hadir dan menjalankan kegiatan rutin, tetapi perlu memiliki keterampilan pelayanan, kemampuan komunikasi, serta keberanian mengembangkan inovasi.
“Yang perlu kita lakukan adalah terus mengasah kemampuan, keterampilan klinik, komunikasi, serta mengadopsi inovasi dalam seluruh pelayanan kesehatan,” ujar Neli.
Menurut Neli, Jambore Kader Posyandu menjadi ruang untuk menguji sekaligus meningkatkan kemampuan para kader. Salah satunya melalui penguatan pemahaman terhadap 25 keterampilan dasar Posyandu.
Bagi Neli, peningkatan kapasitas tersebut penting karena kader merupakan salah satu ujung tombak pelayanan Posyandu yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
Karena itu, penghargaan terhadap kader tidak cukup hanya diberikan dalam bentuk apresiasi. Dedikasi mereka perlu diikuti dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan agar mampu menghadapi kebutuhan pelayanan yang terus berkembang.

Prestasi kader Posyandu Banjarmasin di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan juga menjadi catatan tersendiri.
Posyandu Antasan Indah 2, Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, meraih Juara VI kategori Pemberdayaan Masyarakat tingkat provinsi. Sementara kader Khairunnisa berhasil meraih Juara I kategori individu.
Di tingkat kota, lima kader terbaik tahun 2026 masing-masing diraih Eka Sri Lestari dari Posyandu Kartini 3, Pemurus Baru, Munawwaroh dari Posyandu Mutiara Ceria, Sungai Andai, Siti Nurlia dari Posyandu Antasan Indah 1, Antasan Besar, Rahimah dari Posyandu Mekar Raya, Pekapuran Raya, serta Neneng Christina dari Posyandu Nusa Indah 3, Telaga Biru.
Namun, penguatan kapasitas kader masih perlu dibarengi dengan pembenahan fasilitas.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuardiansyah, mengatakan posisi Banjarmasin dalam penilaian Posyandu tingkat Kalsel turun dari peringkat ketiga menjadi keenam. Salah satu persoalan yang masih dihadapi adalah sarana dan prasarana.
“Dari segi bina kemampuan, para kader kita ini luar biasa. Namun, kelemahan kita ada pada sarana dan prasarana. Posyandu kita kebanyakan belum memiliki tempat yang definitif, masih berpindah-pindah, kadang di rumah warga atau mushola,” kata Yanuardiansyah.
Pemerintah Kota Banjarmasin, kata dia, berupaya agar Posyandu memiliki lokasi yang lebih definitif sehingga kegiatan pelayanan tidak terus berpindah.
Persoalan fasilitas tersebut menjadi pekerjaan rumah yang berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas kader.
Sebab, kemampuan kader yang terus berkembang membutuhkan dukungan tempat dan fasilitas yang memadai agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Jambore Kader Posyandu tahun ini diikuti kader terbaik dari tingkat kecamatan hingga kelurahan di Banjarmasin.
Selain menjadi ajang apresiasi, kegiatan tersebut diarahkan sebagai ruang belajar dan evaluasi untuk memastikan kader semakin siap menjalankan peran Posyandu di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berubah.(Ridzky Husna).
