Payung Bank Kalsel Jadi Peneduh Jemaah Haji Kalsel di Tengah Teriknya Makkah
Salah seorang jemaah asal Kota Banjarmasin, Ichal Iloenx, mengaku keberadaan payung Bank Kalsel sangat bermanfaat selama berada di Makkah. (Foto - Dok Ichal).
Teriknya cuaca di Tanah Suci tak menyurutkan semangat para jemaah haji asal Kalimantan Selatan untuk menjalankan rangkaian ibadah.
Di tengah suhu udara yang tinggi, payung bertuliskan Bank Kalsel menjadi salah satu perlengkapan yang sangat membantu para jemaah saat beraktivitas di luar hotel maupun menuju Masjidil Haram.
Salah seorang jemaah asal Kota Banjarmasin, Ichal Iloenx, mengaku keberadaan payung Bank Kalsel sangat bermanfaat selama berada di Makkah sekarang.
“Cuaca di Makkah sangat panas, apalagi saat siang hari. Alhamdulillah, payung dari Bank Kalsel ini sangat membantu melindungi kami dari sengatan matahari. Selain bermanfaat, payung ini juga menjadi identitas dan memudahkan kami mengenali sesama jemaah asal Kalimantan Selatan,” ujar Ichal, saat ditemui di depan Hotel Jawad Al Taj, Makkah.
Hal senada disampaikan H Maksid, jemaah haji asal Kabupaten Barito Kuala (Batola). Menurutnya, perhatian yang diberikan Bank Kalsel melalui penyediaan perlengkapan bagi jemaah merupakan bentuk kepedulian yang sangat dirasakan manfaatnya.
“Di Tanah Suci, kondisi cuaca memang berbeda dengan di Indonesia. Suhu bisa sangat tinggi. Dengan adanya payung ini, kami merasa lebih nyaman dan terlindungi saat beribadah maupun beraktivitas di luar hotel,” kata H Maksid didampingi istrinya.
Ia menambahkan, kepedulian seperti ini memberikan rasa tenang bagi jemaah sehingga dapat lebih fokus menjalankan ibadah.
“Terima kasih kepada Bank Kalsel atas perhatian dan dukungannya kepada jemaah haji asal Kalimantan Selatan. Semoga pelayanan seperti ini terus berlanjut di masa mendatang,” ucapnya.
Keberadaan payung Bank Kalsel di Tanah Suci tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dari terik matahari, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan bagi jemaah Banua yang tengah menunaikan rukun Islam kelima.
Di tengah padatnya aktivitas dan cuaca ekstrem di Makkah, perhatian sederhana tersebut menjadi penyejuk tersendiri bagi para tamu Allah dalam menjalankan ibadah dengan khusyuk dan nyaman.(M.Irfani).
