Asam-Asam Bersholawat Merawat Kebersamaan
Wakil Gubernur H. Hasnuryadi Sulaiman dan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. (Foto - Biro Adpim Kalsel).
Ribuan jemaah memadati halaman MTSS Ahbaabul Musthofa/SMK Harapan Bangsa di Desa Simpang Empat Sungai Baru, Kecamatan Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut, Minggu (14/06/2026) malam.
Mereka larut dalam lantunan selawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dalam gelaran Asam-Asam Bersholawat ke-9 yang digelar menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.
Lebih dari sekadar agenda keagamaan tahunan, kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan ulama, umara, dan masyarakat dalam satu semangat yang sama, memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan meneguhkan nilai-nilai keislaman di tengah dinamika kehidupan modern.
Wakil Gubernur H. Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan salam dan pesan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin kepada masyarakat yang hadir. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memerlukan fondasi sosial dan spiritual yang kuat.
“Pembangunan Banua harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti Asam-Asam Bersholawat memiliki makna penting dalam menjaga harmoni sosial sekaligus mempererat ukhuwah di tengah masyarakat,” ujar Hasnuryadi.
Ia menegaskan bahwa persatuan dan kebersamaan merupakan modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat, masyarakat perlu terus menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan para ulama dan pendahulu Banua.

Menurut Hasnuryadi, tradisi bersholawat yang terus hidup di Kalimantan Selatan menjadi bukti bahwa masyarakat Banua memiliki akar keagamaan yang kuat sekaligus budaya gotong royong yang tetap terpelihara.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kami menyambut baik kegiatan-kegiatan keagamaan yang mempererat persaudaraan dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Nilai-nilai inilah yang menjadi perekat kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah ulama dan tokoh masyarakat Kalimantan Selatan, di antaranya KH. Muhammad Mukri Yunus, H.M. Rasyid Ridha, KH. Mahmud Syarkani Al Banjari, Ketua Yayasan MTSS Ahbaabul Musthofa H. Sunarto, serta unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat setempat.
Sementara itu, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dalam tausiyahnya mengajak masyarakat untuk menjadikan selawat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, selawat tidak hanya menjadi bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sarana memperkuat ketenangan hati, mempererat persaudaraan, dan membangun kehidupan sosial yang lebih baik.
Habib Syech menekankan keberkahan tidak hanya lahir dari ibadah secara individual, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga persatuan dan kepedulian terhadap sesama.
“Semoga setiap hajat yang dipanjatkan melalui selawat dikabulkan oleh Allah SWT dan mendapat ridha dari Baginda Nabi Muhammad SAW,” ujarnya di hadapan ribuan jemaah.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga rasa cinta dan kasih sayang antarsesama sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
Dalam pandangannya, kerukunan merupakan modal berharga yang harus terus dirawat agar Indonesia tetap menjadi bangsa yang damai dan kuat.
“Kita harus terus saling mencintai, saling menyayangi, dan bersama-sama menjaga Indonesia serta Kalimantan Selatan agar tetap aman, rukun, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” pesannya.
Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini, Asam-Asam Bersholawat kembali menunjukkan bahwa ruang-ruang keagamaan tidak hanya berfungsi sebagai sarana ibadah, tetapi juga menjadi medium memperkuat solidaritas sosial, mempererat hubungan antarkomponen masyarakat, serta meneguhkan identitas Kalimantan Selatan sebagai daerah yang religius, damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.(M.Irfani).
