Rupiah Menembus Batas Negeri

0
EKSPEDISI RUPIAH BERDAULAT

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, Asisten Gubernur Bank Indonesia Anwar Bashori, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Haris Munandar, Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, serta unsur Forkopimda saat pelepasan KRI Hiu-634, yang membawa tim Bank Indonesia .(Foto - Humas BI).

Misi Kedaulatan hingga Pulau-Pulau Terluar Kalsel

Di tengah hamparan laut yang memisahkan pulau-pulau kecil di Kalimantan Selatan, sebuah misi negara kembali berlayar.

Bukan membawa pasukan tempur atau logistik pembangunan, melainkan membawa simbol kedaulatan bangsa, Rupiah.

Bank Indonesia bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026.

Ini sebuah ikhtiar memastikan masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) tetap memperoleh akses terhadap uang Rupiah yang layak edar.

Tahun ini, ERB secara nasional menjangkau 115 pulau di 19 provinsi. Khusus di Kalimantan Selatan, ekspedisi akan menyambangi lima pulau terluar, yakni Matasiri, Marabatuan, Kerayaan, Kerasian, dan Laut Timur, pada 9 hingga 15 Juni 2026.

Pelaksanaan ERB 2026 di Kalimantan Selatan ditandai dengan pelepasan KRI Hiu-634, yang membawa tim Bank Indonesia menuju wilayah kepulauan.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, Asisten Gubernur Bank Indonesia Anwar Bashori, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Haris Munandar, Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, serta unsur Forkopimda.

Bagi Bank Indonesia, menjaga ketersediaan uang Rupiah di seluruh pelosok negeri bukan perkara sederhana.

Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dengan keterbatasan infrastruktur menghadirkan tantangan besar dalam distribusi uang layak edar, terutama di kawasan 3T.

Karena itu, sinergi antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut menjadi sangat penting.

Jika TNI AL menjaga kedaulatan negara dari sisi pertahanan dan keamanan laut, maka Bank Indonesia menjaga kedaulatan ekonomi melalui keberadaan Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah dan simbol negara.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menegaskan, ekspedisi ini tidak hanya berbicara soal distribusi uang, tetapi juga membawa misi sosial dan edukasi bagi masyarakat kepulauan.

“Ada tiga misi utama yang dibawa dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat tahun ini,” ujar Muhidin.

Pertama, menghadirkan layanan kas keliling guna memastikan masyarakat memperoleh uang Rupiah yang layak edar.

Kedua, meningkatkan literasi masyarakat melalui edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, perluasan penggunaan QRIS, perlindungan konsumen, perpustakaan keliling, hingga kegiatan open ship bersama TNI AL.

Ketiga, memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang tinggal di kawasan kepulauan.

Menurut Muhidin, kolaborasi antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut merupakan contoh nyata bagaimana negara hadir hingga ke wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan.

Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2012, Ekspedisi Rupiah Berdaulat telah menjangkau 766 pulau melalui 150 kegiatan kas keliling.

Sepanjang tahun 2025 saja, ERB berhasil menjangkau 91 pulau melalui 18 kegiatan dengan total nilai penukaran uang mencapai Rp154,4 miliar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Haris Munandar, menegaskan bahwa ke depan Bank Indonesia akan terus memperluas jangkauan layanan kas sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan merawat Rupiah.

Sebab bagi negara kepulauan seperti Indonesia, kehadiran Rupiah bukan sekadar alat transaksi.

Di pulau-pulau terluar yang berbatasan langsung dengan laut lepas, setiap lembar Rupiah yang sampai ke tangan masyarakat adalah penanda bahwa negara tetap hadir, menjaga, dan menghubungkan seluruh anak bangsa dalam satu kedaulatan yang sama.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat bukan sekadar perjalanan laut.

Ekspedisi ini adalah perjalanan menjaga martabat bangsa, memastikan bahwa dari kota besar hingga pulau paling terpencil, Rupiah tetap berkibar sebagai simbol Indonesia yang utuh dan berdaulat.(Olpah Sari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!