Bank Kalsel Sesuaikan Tarif Rekening Tidak Aktif, Berlaku Mulai 10 Juli 2026
Bank Kalsel mengumumkan penyesuaian tarif biaya administrasi untuk rekening tidak aktif (dormant) sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan dan tata kelola administrasi perbankan.
Kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada 10 Juli 2026 dan diterapkan untuk seluruh rekening tabungan yang masuk kategori nonaktif sesuai ketentuan bank.
Berdasarkan pengumuman resmi yang disampaikan Bank Kalsel, biaya administrasi rekening tidak aktif dan dormant akan disesuaikan menjadi Rp5.000 per bulan. Kebijakan ini berlaku baik untuk layanan Bank Kalsel konvensional maupun Bank Kalsel Syariah.
Manajemen Bank Kalsel menjelaskan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan data nasabah, menjaga kualitas layanan, serta mendukung tata kelola administrasi yang lebih baik.
Dalam praktik perbankan, rekening dormant merupakan rekening yang dalam periode tertentu tidak menunjukkan aktivitas transaksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan adanya penyesuaian tarif ini, nasabah diimbau untuk melakukan pengecekan status rekening dan memastikan rekening yang masih digunakan tetap aktif melalui transaksi perbankan secara berkala.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menghindari perubahan status rekening menjadi nonaktif dan dikenakan biaya administrasi sesuai kebijakan baru.
Kebijakan ini juga mencerminkan tren industri perbankan nasional yang semakin menekankan efisiensi pengelolaan rekening serta optimalisasi layanan kepada nasabah aktif.
Melalui penataan rekening dormant, bank dapat meningkatkan akurasi data nasabah sekaligus memperkuat sistem administrasi dan layanan digital yang terus berkembang.
Bagi nasabah yang memerlukan informasi lebih lanjut terkait status rekening maupun implementasi kebijakan tersebut, Bank Kalsel menyediakan layanan melalui kantor cabang terdekat maupun Call Center 0800 1122 000.
Bank Kalsel berharap penyesuaian ini dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan sekaligus menjaga kenyamanan dan kepercayaan nasabah yang selama ini menjadi mitra utama pertumbuhan bank daerah tersebut.(Olpah Sari).
