Konsumsi Susu Naik, Industri Nasional Berpeluang Tumbuh Hingga 95 Persen
Peningkatan konsumsi susu masyarakat Indonesia dinilai menjadi kunci penting dalam mendorong pertumbuhan industri susu nasional.
Jika konsumsi susu nasional mampu mencapai sekitar 23 liter per kapita per tahun, tingkat utilisasi industri pengolahan susu diproyeksikan dapat meningkat hingga 95 persen.
Hal tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (02/06/2026).
Momentum ini menjadi pengingat bahwa susu tidak hanya berperan sebagai sumber gizi bagi masyarakat, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap penguatan sektor peternakan, industri pengolahan, hingga perekonomian nasional.
Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Widiastuti, mengatakan saat ini industri pengolahan susu nasional masih beroperasi pada tingkat utilisasi sekitar 72 persen.
Angka tersebut menunjukkan masih tersedianya ruang yang sangat besar untuk meningkatkan kapasitas produksi dan investasi di sektor susu.
Menurutnya, peningkatan konsumsi susu masyarakat akan memberikan efek berantai yang luas.
Tidak hanya meningkatkan permintaan produk susu, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha peternakan sapi perah, memperkuat rantai pasok nasional, serta membuka peluang investasi baru di sektor pangan.
“Peningkatan konsumsi susu merupakan investasi jangka panjang untuk kesehatan masyarakat sekaligus penggerak ekonomi nasional,” ujarnya.
Pemerintah menilai upaya meningkatkan konsumsi susu harus dilakukan secara bersama-sama melalui kolaborasi lintas sektor.
Edukasi gizi kepada masyarakat, terutama kepada anak-anak dan keluarga, menjadi langkah penting untuk membangun kebiasaan mengonsumsi susu secara rutin sejak usia dini.
Plt. Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Dr. Gunalan, menegaskan bahwa kebiasaan mengonsumsi susu sejak dini dapat menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan berkualitas.
Di sisi lain, Kementerian Pertanian menyoroti pentingnya penguatan peternak sapi perah lokal sebagai fondasi utama industri susu nasional.
Keberadaan peternak tidak hanya berperan dalam menjaga pasokan bahan baku, tetapi juga menjadi bagian dari strategi mewujudkan kemandirian pangan nasional.
Sementara itu, Kementerian Perindustrian melihat sektor susu sebagai salah satu industri yang masih memiliki prospek cerah.
Inovasi produk, penguatan hilirisasi, serta peningkatan kualitas rantai pasok dinilai dapat menjadi faktor pendorong pertumbuhan industri di masa mendatang.
Hari Susu Nusantara 2026 menjadi momentum yang mempertemukan pemerintah, industri, koperasi, peternak, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun kesadaran bahwa peningkatan konsumsi susu bukan hanya urusan kesehatan, tetapi juga strategi memperkuat daya saing bangsa.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang, industri susu nasional diharapkan mampu tumbuh lebih kuat, memberikan nilai tambah bagi peternak lokal, serta menjadi salah satu pilar penting dalam menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.(M.Irfani).
