Pawning BSI Balikpapan Melesat
Segmen pawning atau gadai emas milik BSI Area Balikpapan mencatat performa positif dengan capaian outstanding sebesar Rp1,04 triliun per 20 Mei 2026.
Angka ini melampaui target posisi Mei 2026 yang ditetapkan sebesar Rp962,53 miliar, dengan selisih positif mencapai sekitar Rp80,57 miliar.
Secara year to date (YtD), pertumbuhan pembiayaan pawning meningkat signifikan sebesar Rp228,88 miliar.
Pencapaian ini sekaligus menegaskan tingginya minat masyarakat terhadap layanan gadai emas berbasis syariah yang dinilai praktis, aman, dan cepat.
Secara keseluruhan, total pembiayaan BSI Area Balikpapan hingga 20 Mei 2026 mencapai Rp6,02 triliun atau setara 97,26 persen dari target posisi Mei sebesar Rp6,19 triliun. Dari sisi pertumbuhan, pembiayaan meningkat Rp14,72 miliar secara month to date (MtD) dan Rp282,25 miliar secara YtD.
Selain segmen pawning, pembiayaan BSI Area Balikpapan juga ditopang sektor consumer sebesar Rp2,83 triliun, SME Rp1,68 triliun, serta mikro Rp461,81 miliar.
Namun dari sisi pencapaian target, pawning menjadi lini bisnis paling menonjol karena berhasil melampaui target bulanan sebelum akhir Mei.
Regional CEO BSI RO IX Kalimantan, Sefudin Suria Hidayat, mengatakan pertumbuhan pawning menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan syariah, khususnya layanan gadai emas.
“Pertumbuhan pawning di Area Balikpapan menjadi sinyal positif bahwa masyarakat semakin percaya terhadap layanan gadai emas BSI. Produk ini tidak hanya menjadi solusi likuiditas jangka pendek, tetapi juga bagian dari ekosistem emas syariah yang semakin relevan bagi kebutuhan masyarakat modern,” ujarnya.
Menurut Sefudin, produk gadai emas memiliki karakteristik yang dekat dengan kebutuhan masyarakat karena dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, baik produktif maupun konsumtif, seperti modal usaha, biaya pendidikan, kebutuhan kesehatan, hingga pengeluaran keluarga.
Di sisi lain, capaian Balikpapan juga sejalan dengan penguatan bisnis emas BSI secara nasional.
BSI sebelumnya mencatat total emas kelolaan mencapai 22,5 ton dalam setahun sejak layanan bullion bank diluncurkan. Perusahaan juga terus memperkuat ekosistem emas terintegrasi, mulai dari perdagangan emas, tabungan emas, cicil emas, gadai emas, hingga layanan BSI Gold.
Sefudin menegaskan, BSI Regional Office IX Kalimantan akan terus memperkuat edukasi dan literasi masyarakat agar produk emas syariah tidak semata dipahami sebagai instrumen pembiayaan, tetapi juga bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
“Kami ingin masyarakat melihat emas bukan hanya sebagai aset simpanan, tetapi juga sebagai instrumen keuangan yang dapat dikelola secara produktif, aman, dan sesuai prinsip syariah. Karena itu, BSI akan terus memperkuat layanan, edukasi, dan akses bagi masyarakat,” tambahnya.
Dengan capaian yang telah melampaui target sebelum akhir bulan, BSI Area Balikpapan optimistis mampu menjaga momentum pertumbuhan pembiayaan hingga akhir 2026 sekaligus memperkuat posisi pawning sebagai salah satu penggerak utama bisnis syariah di Balikpapan dan wilayah Kalimantan Timur.(Olpah Sari).
