Awak Pesawat Mulai Didorong Melek Investasi Saham
Foto - Dok Humas BEI.
Upaya memperluas basis investor pasar modal kini menyasar sektor penerbangan. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggandeng sejumlah perusahaan aviasi nasional untuk meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman investasi saham bagi pekerja industri penerbangan.
Kolaborasi tersebut melibatkan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Garuda Indonesia beserta anak usahanya Citilink Indonesia, kemudian AirAsia Indonesia, serta Jaya Trishindo.
Program ini juga mendapat dukungan dari Korea Investment Sekuritas Indonesia dan Phintraco Sekuritas.
Inisiatif bertajuk Awak Pesawat Investor Saham itu menjadi bagian dari rangkaian pembukaan Sharia Investment Week (SIW) 2026 di Main Hall BEI, Jakarta.
Namun lebih dari sekadar agenda peluncuran, program ini diarahkan untuk membangun kesadaran finansial pekerja aviasi agar memiliki perencanaan keuangan yang lebih matang dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan pekerja industri penerbangan perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai pengelolaan keuangan dan investasi yang legal serta terukur.
“Profesi di sektor aviasi memiliki karakteristik pekerjaan dengan tingkat mobilitas tinggi dan tantangan karier yang dinamis, sehingga perencanaan finansial jangka panjang menjadi kebutuhan penting, termasuk untuk persiapan masa pensiun dan mitigasi risiko investasi ilegal,” ujar Pelaksana Tugas Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik.
Langkah ini sejalan dengan pertumbuhan investor pasar modal Indonesia yang terus meningkat. Hingga 30 April 2026, jumlah investor pasar modal tercatat mencapai 26,48 juta Single Investor Identification (SID), meningkat 30,17 persen dibanding akhir 2025.
Sementara investor saham telah mencapai 9,56 juta SID atau tumbuh 11,14 persen dibandingkan periode yang sama.
BEI memandang pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan perluasan partisipasi lintas profesi agar inklusi pasar modal tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu.
‘Industri penerbangan dinilai menjadi salah satu sektor strategis dengan jumlah pekerja besar dan kebutuhan literasi keuangan yang terus berkembang,” sambung Jeffrey Hendrik.
Ke depan, program edukasi pasar modal bagi pekerja aviasi akan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.
Model pembelajaran dapat dilakukan melalui kunjungan langsung maupun platform digital, dengan target menjangkau lebih banyak pekerja, mulai dari pilot, awak kabin, hingga personel operasional penerbangan.
Melalui pendekatan kolaboratif antara BEI, perusahaan, institusi, asosiasi, dan komunitas, penguatan literasi investasi diharapkan tidak berhenti pada peningkatan jumlah investor, tetapi juga mendorong terciptanya budaya pengelolaan keuangan yang sehat di berbagai sektor industri
