Kemenpar–LSP PARESTA Uji 50 Pemandu Hiking

0
ASPPI JATIM PEMANDU HIKING 1

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Dewa Made Alit Budi Siswanto, ME didampingi Direktur LSP PARESTA, Eko Mujiono, SE, MM dan Perwakilan Kementerian Pariwisata, Hans Gwen memberikan arahan kepada peserta Uji Kompetensi/Sertifikasi Skema Pemandu Wisata Hiking. (Foto - Humas LSP PARESTA).

Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata kembali menjadi perhatian serius pemerintah.

Sebanyak 50 pemandu wisata hiking dari Kabupaten Banyuwangi dan wilayah sekitarnya mengikuti Uji Kompetensi/Sertifikasi Skema Pemandu Wisata Hiking, hasil kolaborasi antara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan LSP PARESTA, Rabu (20/05/2026), di Tourist Information Center (TIC) Taman Wisata Alam Kawah Ijen, Banyuwangi.

Program sertifikasi ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing sektor pariwisata berbasis alam, khususnya wisata pendakian dan petualangan (adventure tourism) yang terus tumbuh di kawasan Gunung Ijen.

Di tengah meningkatnya ekspektasi wisatawan terhadap kualitas layanan, keberadaan pemandu wisata bersertifikat menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan sekaligus pengalaman wisata yang aman dan profesional.

Perwakilan Kementerian Pariwisata, Hans Gwen, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi bukan sekadar memenuhi standar administratif, melainkan bentuk pengakuan atas kemampuan profesional seorang pemandu wisata.

“Keahlian harus dapat dibuktikan. Melalui program kolaborasi sertifikasi kompetensi kerja bidang kepariwisataan tahun 2026 ini, kami berharap peserta atau asesi dapat direkomendasikan kompeten dan mampu memberikan layanan terbaik bagi wisatawan,” ujarnya.

 

Antusiasme peserta saat mengikuti Uji Kompetensi/Sertifikasi Skema Pemandu Wisata Hiking, hasil kolaborasi antara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan LSP PARESTA, Rabu (20/05/2026), di Tourist Information Center (TIC) Taman Wisata Alam Kawah Ijen, Banyuwangi.(Foto – Humas LSP PARESTA ).

Menurutnya, peningkatan kompetensi SDM menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan industri pariwisata nasional, terutama pada destinasi unggulan berbasis ekowisata seperti Kawah Ijen yang memiliki daya tarik global.

Dari sisi pemerintah daerah, dukungan terhadap sertifikasi juga disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Dewa Made Alit Budi Siswanto, ME.

Ia menilai pertumbuhan destinasi wisata di sekitar kawasan Ijen harus diimbangi dengan kesiapan tenaga pendamping wisata yang kompeten dan tersertifikasi.

“Banyak destinasi wisata berkembang di sekitar Gunung Ijen. Tentu pemandu wisatanya harus memiliki kompetensi yang terukur agar kualitas pelayanan wisata semakin baik dan profesional,” katanya.

Sementara itu, Direktur LSP PARESTA, Eko Mujiono, SE, MM, menjelaskan bahwa profesi pemandu wisata tidak hanya menuntut kemampuan teknis lapangan, tetapi juga pemahaman terhadap hospitality atau pelayanan prima sebagai bagian dari ekosistem industri pariwisata.

“Assessment hari ini bertujuan melihat sekaligus membuktikan kemampuan peserta di hadapan asesor. Seorang pemandu wisata minimal harus memahami hospitality, memahami karakter wisatawan, aspek keamanan, hingga kualitas pelayanan,” jelasnya.

Eko Mujiono yang juga Ketua ASPPI DPD Jawa Timur menambahkan, program kolaborasi sertifikasi ini menjadi instrumen penting dalam menciptakan standar kompetensi SDM pariwisata yang terukur dan diakui secara nasional.

Dalam perspektif ekonomi pariwisata, sertifikasi pemandu wisata dinilai memiliki dampak jangka panjang terhadap penguatan citra destinasi.

Kehadiran pemandu yang profesional diyakini mampu meningkatkan kepuasan wisatawan, memperpanjang lama tinggal (length of stay), hingga mendorong belanja wisata yang berkontribusi pada perputaran ekonomi lokal.

Bagi Banyuwangi, yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan sektor pariwisata paling progresif di Indonesia, investasi pada kualitas SDM menjadi kunci menjaga keberlanjutan industri wisata.

Kawah Ijen sebagai destinasi unggulan internasional tidak hanya membutuhkan keindahan alam, tetapi juga standar pelayanan yang mampu memenuhi ekspektasi wisatawan domestik maupun mancanegara.(M.Irfani).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!