Bank Kalsel Mengajar di SMAN 6 Banjarmasin
Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Mitra Damayanti bersama Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR saat literasi Keuangan di SMA Negeri 6 Banjarmasin. (Foto - Media Center Banjarmasin).
Menanamkan Generasi Cerdas Finansial Sejak Dini
Literasi keuangan kini menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan gaya hidup digital. Menjawab tantangan tersebut, Bank Kalsel bersama Pemerintah Kota Banjarmasin menghadirkan program edukasi “Bank Kalsel Mengajar” di SMA Negeri 6 Banjarmasin.
Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi perbankan, tetapi langkah nyata membekali pelajar dengan pemahaman dasar tentang cara mengelola keuangan secara sehat dan bertanggung jawab. Para siswa diajak mengenal pentingnya menabung, menyusun anggaran, mengatur uang saku, hingga membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Di usia sekolah, kebiasaan sederhana seperti menyisihkan uang jajan, mencatat pengeluaran, dan tidak mudah tergoda belanja impulsif merupakan pondasi penting menuju kemandirian finansial di masa depan.
Selain itu, para pelajar juga diberikan pemahaman mengenai transaksi digital yang kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Penggunaan QRIS, mobile banking, dan pembayaran non-tunai memang memberi kemudahan, namun tetap membutuhkan kehati-hatian.
Siswa diingatkan agar tidak sembarangan membagikan data pribadi, PIN, password, maupun kode OTP kepada siapa pun. Mereka juga perlu waspada terhadap modus penipuan seperti tautan hadiah palsu, akun palsu, hingga kode QR yang telah dimanipulasi.
Program ini menjadi sangat relevan karena generasi muda saat ini tumbuh di era serba cepat, di mana keputusan finansial sering diambil hanya dalam hitungan detik melalui gawai di tangan.
Bank Kalsel melalui kegiatan ini ingin menanamkan bahwa uang bukan hanya untuk dibelanjakan, tetapi harus dikelola, direncanakan, dan digunakan secara bijak. Semakin dini pemahaman itu dibangun, semakin besar peluang lahirnya generasi yang mandiri, produktif, dan bebas dari jebakan utang konsumtif.
Tak kalah penting, edukasi ini juga menanamkan nilai tanggung jawab sosial. Mengelola keuangan yang baik harus sejalan dengan kepedulian terhadap lingkungan, disiplin hidup, dan kebiasaan produktif.
Melalui Bank Kalsel Mengajar, sekolah menjadi ruang belajar bukan hanya soal akademik, tetapi juga tentang kecakapan hidup. Sebab masa depan yang cerah tidak hanya ditentukan oleh nilai rapor, tetapi juga kemampuan mengelola peluang, risiko, dan keuangan secara cerdas.(Ridzky Husna).
