Batola Bidik Predikat Nindya, Hak Sipil Anak Jadi Prioritas
Komitmen kuat Batola mematangkan strategi untuk menembus predikat Nindya pada evaluasi mandiri Kabupaten Layak Anak (KLA) 2026. (Foto - Dok Kominfo Batola).
Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) resmi menaikkan standar target dalam pemenuhan hak anak.
Setelah sukses mengamankan kategori Madya dengan skor 668,17 di tahun 2025, kini Batola mulai mematangkan strategi untuk menembus predikat Nindya pada evaluasi mandiri Kabupaten Layak Anak (KLA) 2026.
Perubahan target ini didasari oleh lompatan data signifikan pada dua sektor krusial. Klaster I yang membidangi Hak Sipil dan Kebebasan mencatat kenaikan paling drastis dari 45% menjadi 73,91%.
Sementara itu, sektor penguatan kelembagaan juga merangkak naik ke angka 69,5%.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Batola, Wahyu Adibawono, menegaskan bahwa angka-angka tersebut bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan indikator bahwa sistem perlindungan anak di Batola mulai berjalan efektif.
“Capaian Madya ini adalah fondasi. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana kita meningkatkan kualitas pemenuhan hak itu secara nyata di lapangan. Target kita jelas, Nindya,” ujar Wahyu dalam Workshop Finalisasi Evaluasi Mandiri KLA di Aula Bahalap, Marabahan, Senin (20/04/2026).
Wahyu memberikan peringatan keras kepada seluruh perangkat daerah agar tidak terjebak dalam rutinitas administrasi.
Ia menuntut komitmen aktif tiap sektor untuk mengawal indikator klaster masing-masing secara presisi.
“Saya minta seluruh perangkat daerah tidak main-main dengan indikator ini. Sinergi antar-instansi adalah kunci agar hak anak-anak di Barito Kuala tidak hanya terpenuhi secara data, tapi juga dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Langkah akselerasi ini menandai keseriusan Barito Kuala dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak, sekaligus membuktikan bahwa birokrasi daerah mampu bertransformasi menuju standar pelayanan publik yang lebih tinggi.(Olpah Sari).
