Batola Dobrak Transparansi, Revolusi Digital Keuangan Dimulai!

0
MODERNISASI KEUANGAN

Sekretaris Daerah H. Zulkipli Yadi Noor bersama pejabat terkait dan peserta kegiatan Implementasi Modul Penatausahaan Berbasis SIPD RI serta Sosialisasi Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) atau Kartu Kredit Indonesia (KKI) Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Kamis (16/4) di Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Jakarta. (Foto - Kominfo Batola).

Barito Kuala (Batola) resmi menanggalkan cara-cara lama.

Di bawah komando Sekretaris Daerah H. Zulkipli Yadi Noor, Pemkab Batola melakukan lompatan besar dalam memodernisasi tata kelola keuangan daerah melalui implementasi penuh SIPD-RI dan perluasan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) tahun 2026.

Bertempat di Jakarta, Kamis (16/04/2026), Sekda Zulkipli menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban mutlak untuk menutup celah inefisiensi dan memastikan transparansi total.

“Kita tidak boleh tertinggal oleh dinamika sistem. SIPD-RI adalah instrumen kita untuk memastikan setiap rupiah uang rakyat tercatat secara akurat, mulai dari tagging sumber dana hingga rekonsiliasi pajak. Ini adalah standar baru akuntabilitas Batola,” tegas Zulkipli di hadapan para pengelola keuangan.

Ekspansi KKPD Memutus Rantai Birokrasi Lambat
Tak berhenti di sistem informasi, Sekda Zulkipli juga mendorong percepatan transaksi non-tunai melalui KKPD.

Tahun ini, tiga instansi strategis, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Pertanian, serta Kecamatan Kuripan resmi bergabung dalam ekosistem digital ini.

Sekda secara tajam mengingatkan bahwa inovasi ini menuntut tanggung jawab moral dan administratif yang lebih tinggi dari setiap SKPD.

Ia juga melayangkan tantangan terbuka kepada mitra perbankan untuk tidak lambat dalam memperluas jaringan pendukung.

“Digitalisasi ini harus mempermudah, bukan mempersulit. Saya minta SKPD mempertajam pemahaman pajak dan perbankan harus mempercepat perluasan jaringan merchant. Kita sedang membangun sistem yang bersih, cepat, dan profesional,” imbuhnya dengan nada lugas.

Hadirnya pakar dari Kemendagri RI dan pimpinan Bank Kalsel dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa Batola sedang membangun sinergi lintas sektor demi satu tujuan, yakni wewujudkan postur keuangan daerah yang modern dan kebal terhadap penyimpangan.

Dengan langkah berani ini, Barito Kuala tidak hanya sekadar mengikuti aturan pusat, tetapi memposisikan diri sebagai garda terdepan dalam transformasi keuangan digital di Kalimantan Selatan.(Fikri Husaini).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!