Tuntas Stunting, Desa Diganjar Apresiasi Tinggi

0
DESA BEBAS STUNTING

Wakil Bupati Batola Herman Susilo didampingi Kepala DP2KBP3A Batola, dr. Hj. Azizah Sri Widari, M.P.H disapa warga dan anak-anak Desa Panca Karya, Kecamatan Alalak, saat kunjungan dan memberikan penghargaan kepada 4 Desa Nol Stunting. (Foto - Kominfo Batola).

Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) mengirimkan pesan kuat bahwa kesehatan generasi mendatang adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

Sebagai bentuk pengakuan atas kerja keras di lini terbawah, Pemkab Batola memberikan penghargaan khusus kepada desa-desa yang berhasil menyapu bersih angka stunting hingga titik nol.

Acara Pemberian Apresiasi Desa Peduli Stunting Tingkat Kabupaten ini digelar di Balai Desa Panca Karya, Kecamatan Alalak, Kamis (16/04/2026).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Batola, Herman Susilo, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten.

Kepala DP2KBP3A Batola, dr. Hj. Azizah Sri Widari, M.P.H., menegaskan bahwa apresiasi ini bukan sekadar seremoni.

Ini adalah bentuk validasi atas komitmen desa yang mampu menjaga kondisi “Nol Stunting” secara konsisten.

“Kami memberikan apresiasi kepada empat desa yang berhasil mencetak rapor hijau tanpa kasus stunting selama tiga bulan berturut-turut di akhir tahun 2025. Bahkan, Desa Panca Karya telah menunjukkan performa luar biasa dengan mempertahankan nol stunting selama lebih dari satu tahun,” ungkap dr. Azizah dalam laporannya.

Empat desa yang menerima penghargaan tersebut adalah:

Desa Panca Karya (Kec. Alalak)

Desa Karang Buah (Kec. Belawang)

Desa Karang Dukuh (Kec. Belawang)

Desa Bandar Karya (Kec. Tabukan)

Masing-masing desa tersebut dianugerahi sertifikat penghargaan serta uang pembinaan sebesar Rp5.000.000,00 sebagai stimulan untuk terus mempertahankan prestasi tersebut.

Wakil Bupati Batola, Herman Susilo, menekankan keberhasilan ini merupakan buah dari kecintaan aparat desa terhadap warganya.

Ia menegaskan bahwa dana dan anggaran bukanlah penghalang selama ada kemauan kuat untuk melindungi anak-anak Batola.

“Stunting bukan sekadar angka di atas kertas, ini adalah tanggung jawab moral kita. Jika desa peduli, maka masa depan negara terjaga. Soal dukungan dana, pemerintah daerah akan pasang badan. Kita harus dukung penuh program ini agar seluruh desa di Batola bisa mengikuti jejak berprestasi ini,” tegas Herman.

Hadirnya jajaran Kepala Dinas Sosial dan para Camat dalam acara ini mempertegas bahwa penanganan stunting di Barito Kuala dilakukan secara keroyokan dan terintegrasi.

Pemkab Batola berharap penghargaan ini menjadi pemicu bagi desa-desa lain untuk berinovasi dan memastikan tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam tumbuh kembangnya.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!