Saat Turis Jerman Jatuh Hati Pada “Adventure Canal South Borneo”
Tour Guide Anton bersama wisatawan Jerman dalam Adventure Canal South Borneo. (Foto - Dok Anton).
Deru mesin kelotok memecah keheningan pagi di sepanjang aliran sungai yang menghubungkan Banjarmasin dan Martapura.
Di atas perahu kayu khas Banjar itu, sekelompok wisatawan asal Jerman tak henti-hentinya melempar senyum.
Kamera mereka sibuk membidik setiap sudut kehidupan anak-anak yang mandi di batang, ibu-ibu yang mencuci pakaian, hingga rumah-rumah panggung yang berdiri kokoh di tepian air.
Bagi mereka, ini bukan sekadar perjalanan melintasi air, melainkan sebuah petualangan masuk ke dalam jantung budaya masyarakat Banjar yang telah akrab dengan sungai selama berabad-abad.
“Ini adalah perjalanan luar biasa. Menyusuri Banjarmasin hingga Martapura memberikan perspektif yang berbeda tentang bagaimana manusia dan alam bisa hidup berdampingan begitu mesra,” ucap Waltraud H Gotter Kaufmann salah satu wisatawan Jerman dengan nada kagum kepada pemandu wisata yang mendampinginya.

Perjalanan bertajuk “Adventure Canal South Borneo” ini memang menawarkan rute istimewa. Dimulai dari pusat Kota Banjarmasin, kelotok membawa mereka perlahan menuju pasar terapung legendaris di Lok Baintan, hingga berakhir di kawasan bersejarah Telok Selong, Martapura.
Sepanjang perjalanan, suasana pedesaan yang asri dan aktivitas warga yang bergantung sepenuhnya pada sungai menjadi suguhan utama. Bagi turis Eropa, pemandangan ini adalah sebuah kemewahan visual yang jarang mereka temui di negara asal.
Keseruan memuncak saat kelotok merapat di tengah hiruk-pikuk Pasar Terapung Lok Baintan. Di sana, mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat langsung dalam interaksi sosial yang hangat.
Gelak tawa pecah saat para acil-acil (sebutan ibu-ibu dalam bahasa Banjar) yang menjajakan dagangannya di atas jukung, mulai mengajak para bule ini berpantun. Meski terkendala bahasa, bahasa tubuh dan keceriaan para acil berhasil meruntuhkan dinding pembatas.
“Mereka sangat ramah. Berpantun sambil menawarkan buah-buahan segar adalah pengalaman yang sangat menyentuh hati,” tambah Sonya Becker, sang wisatawan sambil memegang jeruk lokal hasil buruannya di pasar terapung.
Permata Tersembunyi di Telok Selong
Perjalanan berakhir dengan kunjungan ke rumah adat Banjar di Telok Selong. Arsitektur rumah panggung yang artistik dan sarat akan filosofi sejarah menjadi penutup yang manis bagi petualangan hari itu.
Eksotisme sungai Kalimantan Selatan terbukti masih menjadi daya tarik kelas dunia. Keramahan penduduk lokal, keunikan pasar di atas air, hingga petualangan menyisir kanal-kanal sempit, menjadikan “Adventure Canal South Borneo” sebagai permata tersembunyi yang siap memikat siapa pun yang datang.
“Kita bersyukur mereka begitu menikmati dan menyenangi trip, yang merupakan lanjutan dari Trip Taman Nasional Tanjung Putting, Kalteng. Ini menjadi journey menarik bagi wisatawan mancanegara khususnya Jerman,” tutur Antonius Panggabean, Tour Guide senior Kalsel.
Bagi para pelancong mancanegara ini, Banjarmasin bukan sekadar kota di atas air, melainkan bukti bahwa tradisi dan keindahan alam bisa dirawat dengan cinta di tengah arus modernisasi.(Olpah Sari).

