UMKM BANK KALSEL

Foto Ilustrasi - Pelaku UMKM dalam sebuah event Bazar 2025.

Pelaku UMKM di Kalimantan Selatan selama ini tidak kekurangan semangat. Yang sering hilang justru “jalan”-nya, akses pasar, pendampingan, hingga jejaring yang benar-benar membuka peluang. Di tahap itulah ekosistem menjadi kebutuhan, bukan sekadar istilah.

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, menyinggung hal itu saat menghadiri pengundian grand prize tahap pertama program NSC x BSI x Honda Peduli UMKM di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Sabtu (28/03/2026).

Menurutnya, banyak usaha kecil sebenarnya punya produk yang layak bersaing. Namun mereka berjalan sendiri tanpa arah yang jelas, tanpa akses yang cukup, dan tanpa dukungan yang terhubung.

“Masalahnya bukan cuma modal. Banyak yang punya produk bagus, tapi tidak tahu cara masuk pasar, tidak punya jaringan, dan tidak ada yang mendampingi,” ujarnya.

Kondisi itu membuat UMKM kerap stagnan. Bertahan iya, berkembang belum tentu. Padahal, jika disokong ekosistem yang tepat mulai dari komunitas, perbankan, hingga mitra usaha pergerakannya bisa jauh lebih cepat.

Dalam kegiatan tersebut, kolaborasi antara komunitas, perbankan, dan dunia usaha terlihat nyata. Bukan hanya soal pengundian hadiah, tetapi juga ruang bertemunya pelaku UMKM dengan peluang yang selama ini terasa jauh.

Hasnuryadi menekankan, UMKM tidak bisa lagi dibiarkan berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kerja bersama yang konsisten, bukan program sesaat.

“Kalau kita serius ingin UMKM naik kelas, maka yang dibangun bukan hanya usahanya, tapi juga ekosistemnya. Dari hulu sampai hilir harus terhubung,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan ekonomi ke depan tidak akan lebih ringan. Tanpa adaptasi dan dukungan yang kuat, pelaku usaha kecil akan semakin tertinggal.

Karena itu, kolaborasi seperti yang dilakukan dalam program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Harus berlanjut, diperluas, dan benar-benar menyentuh kebutuhan pelaku UMKM di lapangan.

Di Kalimantan Selatan, UMKM bukan sekadar sektor ekonomi. Ia adalah denyut kehidupan masyarakat. Dan tanpa ekosistem yang kuat, denyut itu akan terus berjalan tapi sulit untuk melaju lebih jauh.(Olpah Sari).

Bagian Atas Formulir

 

Bagian Bawah Formulir

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!