Menjaga Pesona Bali Pasca Libur Panjang

0
MENPAR KE BALI 2

Wisatawan menikmati salah satu atraksi pertunjukan di Taman Safari Bali. (Foto - Biro Komunikasi Kemenpar).

Menpar Tinjau Kualitas Layanan di Taman Safari

Pasca riuhnya libur panjang yang mempertemukan dua momentum besar—Hari Raya Nyepi dan Lebaran 2026 denyut pariwisata Bali kembali memasuki fase konsolidasi.

Di tengah euforia kunjungan yang tetap terjaga, pemerintah memastikan satu hal krusial yakni kualitas pengalaman wisata tidak boleh turun.

Komitmen itu terlihat dalam kunjungan kerja Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana ke Taman Safari Bali, Rabu (25/3/2026).

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan inspeksi langsung terhadap kesiapan destinasi dalam menjaga standar layanan di tengah lonjakan wisatawan.

Sejak tiba di kawasan wisata yang dikenal sebagai perpaduan edukasi dan rekreasi ini, Menpar langsung menelusuri alur kunjungan wisatawan. Dimulai dari Terminal Utama, ia mengikuti Safari Journey menggunakan shuttle bus, menyusuri habitat satwa yang menjadi daya tarik utama.

 

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat memastikan secara langsung kelancaran operasional serta kualitas pelayanan pascalibur panjang Hari Raya Nyepi dan Lebaran 2026 di destinasi Taman Safari Bali, Rabu (25/3/2026). (Foto – Biro Komunikasi Kemenpar).

Peninjauan kemudian berlanjut ke Terminal Toraja, ruang interaksi yang memperlihatkan bagaimana layanan wisata dijalankan secara menyeluruh.

“Yang ingin kami pastikan sederhana, namun fundamental: kebersihan, kenyamanan, dan layanan yang optimal. Dari hasil peninjauan, impresinya sangat baik,” ujar Widiyanti.

Lebih dari sekadar destinasi rekreasi, Taman Safari Bali merepresentasikan wajah pariwisata modern Indonesia. Dengan lebih dari 9.000 satwa dari sekitar 300 spesies, kawasan ini mengedepankan konsep konservasi yang berpadu dengan pengalaman wisata yang imersif sebuah pendekatan yang semakin relevan di era pariwisata berkelanjutan.

Di tengah dinamika global, termasuk tensi geopolitik yang berdampak pada mobilitas wisatawan internasional, Bali tetap menunjukkan daya tahannya.

Data mencatat, kunjungan wisatawan selama periode Lebaran 2026 justru meningkat 3,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yakni dari 450,9 ribu menjadi 466,7 ribu kunjungan.

Momentum ini diperkuat oleh kedekatan kalender Nyepi dan Lebaran, yang menciptakan periode libur lebih panjang dan memberi ruang bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk menjadikan Bali sebagai destinasi pilihan.

Tak hanya dari sisi kunjungan, sektor akomodasi juga menunjukkan sinyal positif. Tingkat okupansi hotel berada di kisaran 60 hingga 65 persen, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Angka ini mencerminkan stabilitas sekaligus optimisme industri pariwisata di Pulau Dewata.

 

Menjelajahi keseruan di Taman Safari Bali. (Foto – Biro Komunikasi Kemenpar).

Citra Bali sebagai destinasi kelas dunia pun semakin diperkuat dengan pengakuan global melalui penghargaan “World’s Best of the Best Destination 2026” dari TripAdvisor.

“Ini menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi yang aman, nyaman, dan memiliki daya tarik kuat di mata dunia,” sebut Menpar.

Di lapangan, pengelola destinasi juga merasakan dampak langsung dari tingginya mobilitas wisatawan. Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Taman Safari Indonesia Group, Hans Manansang, menyebutkan bahwa selama periode puncak liburan, kunjungan mencapai sekitar 4.000 wisatawan per hari—didominasi wisatawan nusantara. Sementara pada hari biasa, angka kunjungan berada di kisaran 1.500 wisatawan.

Meski mengakui adanya pengaruh kondisi global terhadap pasar wisatawan mancanegara, pihaknya tetap optimistis terhadap tren pemulihan. Strategi ekspansi pasar ke kawasan Oceania, Pasifik, dan Australia menjadi salah satu langkah yang disiapkan.

Optimisme serupa juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya. Ia menilai momentum libur panjang memberikan dorongan signifikan terhadap kunjungan wisatawan domestik sektor yang kini semakin menjadi tulang punggung pariwisata Bali.

Dengan target 6,9 juta kunjungan wisatawan pada 2026, Bali menatap sisa tahun dengan keyakinan yang terukur.

“Tren ini menjadi sinyal positif bahwa pariwisata Bali tetap kuat dan berkelanjutan, bahkan saat memasuki periode low season,” ucapnya.

Kunjungan Menpar ini menegaskan satu pesan penting di tengah angka-angka yang menggembirakan, kualitas pengalaman wisata tetap menjadi prioritas utama.

Karena itu daya saing destinasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah kunjungan,melainkan oleh kesan yang dibawa pulang setiap wisatawan.(Fikri Husaini).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!