Jamkrida Kalsel Buka Akses UMKM yang Terkendala Agunan
Jajaran manajemen PT Jamkrida Kalsel (Foto - Humas Jamkrida Kalsel).
Di tengah semangat pelaku usaha kecil yang terus bertahan dan berkembang, harapan baru datang dari PT Jamkrida Kalsel (Perseroda).
Lembaga penjamin ini mendorong penguatan sektor UMKM melalui kolaborasi dengan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) yang tergabung dalam PERBARINDO Kalimantan Selatan.
Upaya ini bukan sekadar kerja sama formal, tetapi langkah nyata membuka peluang bagi pelaku usaha kecil yang selama ini terkendala agunan untuk mendapatkan akses pembiayaan.
Sebelumnya, Jamkrida Kalsel telah melakukan sosialisasi kepada seluruh direksi dan komisaris BPR-BPRS se-Kalsel awal Maret 2026.
Dalam kegiatan tersebut, dipaparkan berbagai produk serta skema penjaminan yang bisa dimanfaatkan, khususnya bagi UMKM dengan potensi usaha namun belum memiliki jaminan memadai.
Direktur Utama PT Jamkrida Kalsel, Muhammad Fauzan Noor, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem pembiayaan di daerah.
“BPR memiliki kedekatan dengan masyarakat dan mampu menjangkau pelaku UMKM hingga ke pelosok. Perannya sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor usaha produktif di tingkat lokal,” ujarnya kepada awak media di Banjarmasin, Selasa sore (17/03/2026).
Melalui skema penjaminan kredit produktif ini, pelaku UMKM diharapkan tak lagi terhambat oleh keterbatasan agunan. Dengan dukungan lembaga keuangan yang lebih inklusif, peluang usaha kecil untuk naik kelas pun semakin terbuka lebar.
Bagi banyak pelaku UMKM, langkah ini bukan hanya soal akses modal, tetapi juga tentang harapan untuk terus bertahan, tumbuh, dan menjadi bagian dari penggerak ekonomi Banua.
Fauzan bersama Direktur Bisnis Jamkrida Kalsel Muhammad Hanafi juga menekan bagaimana kolaborasi ini nantinya mampu memperluas permodalan bagi UMKM dan memperkuat perekonomian daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi Banua secara merata.
“Alhamdulillah kawan-kawan di BPR dan BPRS menyambut antusias untuk melakukan kerjsama sebagai salah satu langkah mitigasi risiko bagi BPR,” tambahnya.
Jamkrida Kalsel sendiri berharap melalui dukungan penjaminan kredit, BPR semakin optimal dalam menyalurkan pembiayaan kepada sektor usaha produktif.
Disatu sisi upaya ini tidak hanya memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, tetapi juga diharapkan mampu mendorong mereka meningkatkan kapasitas usahanya, naik kelas serta berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Yang terpenting adalah mereka naik kelas dan membuka penciptaan lapangan kerja. Karena itu Jamkrida Kalsel juga terus memperkuat kerjasama dengan berbagai lembaga keuangan, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya.Dalam upaya menghadirkan solusi penjaminan yang inovatif dan berkelanjutan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah,” tutup Fauzan. (Olpah Sari).
