Aksel Jadi Mesin Baru, Bank Kalsel Pacu Ledakan Transaksi Digital
Foto Ilustrasi - Dok Redaksi Economicd Travelling.Com.
Perubahan lanskap ekonomi memaksa perbankan daerah meninggalkan ketergantungan pada layanan konvensional.
Bank Kalsel kini menempatkan digitalisasi sebagai poros utama pertumbuhan, dengan menjadikan aplikasi Aksel sebagai mesin baru untuk mendorong ledakan transaksi non-tunai melalui sistem QRIS.
Langkah ini diwujudkan melalui peluncuran program lomba transaksi QRIS yang berlangsung sepanjang 1 Februari hingga 31 Mei 2026.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan intensitas penggunaan mobile banking Aksel, sekaligus memperkuat posisi bank dalam ekosistem pembayaran digital yang berkembang pesat.
Nasabah didorong melakukan transaksi QRIS menggunakan aplikasi Aksel tanpa batas minimum nominal. Namun, peserta wajib mencapai sedikitnya 1.300 transaksi selama periode program untuk masuk dalam kompetisi.
Pemenang akan ditentukan berdasarkan frekuensi atau volume transaksi tertinggi, dengan pengumuman dijadwalkan pada ajang Gathering ke-II Perbankan se-Kalimantan Selatan 2026.
Strategi ini menunjukkan pergeseran paradigma Bank Kalsel, dari sekadar lembaga intermediasi menjadi operator aktif dalam infrastruktur ekonomi digital.
Dalam model bisnis perbankan modern, frekuensi transaksi digital menjadi indikator penting, karena menciptakan sumber pendapatan berbasis komisi sekaligus memperkuat keterikatan nasabah dengan platform bank.
Secara makro, peningkatan transaksi QRIS juga berdampak langsung pada percepatan perputaran uang di daerah. Sistem pembayaran digital mempercepat penyelesaian transaksi, menekan biaya operasional, dan memperluas akses keuangan bagi pelaku usaha kecil.
QRIS yang dikembangkan oleh Bank Indonesia memungkinkan interoperabilitas antarbank dan platform, menjadikan transaksi lebih efisien dan terintegrasi dalam sistem pembayaran nasional.
Di Kalimantan Selatan, transformasi ini memiliki dimensi strategis. Bank Kalsel tidak hanya memperkuat daya saing institusi, tetapi juga mempercepat modernisasi ekonomi daerah yang selama ini masih didominasi transaksi tunai.
Digitalisasi membuka peluang peningkatan produktivitas sektor ritel, UMKM, dan jasa, yang menjadi tulang punggung ekonomi regional.
Manajemen Bank Kalsel secara terbuka mendorong nasabah memanfaatkan momentum ini untuk menjadikan transaksi digital sebagai bagian dari gaya hidup baru.
Melalui kampanye bertajuk “Sekali scan, urusan tuntung, hadiah pun siap diboyong,” bank ini berupaya membangun kebiasaan transaksi yang praktis, aman, dan efisien.
Di balik program promosi tersebut, tersimpan agenda yang lebih besar, membangun fondasi ekonomi berbasis transaksi digital. Dengan meningkatkan frekuensi penggunaan Aksel, Bank Kalsel tidak hanya mengejar pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga membentuk infrastruktur ekonomi masa depan.
Jika strategi ini berhasil, Aksel tidak sekadar menjadi aplikasi layanan perbankan, melainkan motor utama yang menggerakkan arus transaksi, memperkuat posisi Bank Kalsel, dan mempercepat integrasi ekonomi Kalimantan Selatan ke dalam era digital.(M.Irfani).
