Dari Banua ke Panggung Nasional, Rafi Menjaga Emas Tilawah

0
RAFI

M. Rafi Nurkhairan membawa medali emas ke Banua dalam ajang Olimpiade Ahmad Dahlan VIII yang digelar di Universitas Muhammadiyah Makassar, Makassar, (Foto- Hasdi).

Suara itu mengalun tenang, jernih, dan penuh penghayatan. Di antara puluhan peserta terbaik dari seluruh Indonesia, M. Rafi Nurkhairan berdiri mantap membawa nama Kalimantan Selatan.

Siswa MTs Al Furqon ini akhirnya memastikan satu kepastian medali emas tingkat nasional kembali ke Banua.

Rafi meraih medali emas cabang Tilawatil Qur’an tingkat SMP/MTs pada ajang Olimpiade Ahmad Dahlan VIII yang digelar di Universitas Muhammadiyah Makassar, Makassar, pada 11–14 Februari 2026.

Prestasi ini bukan kemenangan biasa. Persaingan berlangsung ketat. Sebanyak 38 peserta terbaik dari berbagai provinsi saling adu kualitas, teknik, dan penghayatan tilawah. Namun, Rafi mampu menempatkan diri di puncak.

Perjuangan menuju emas itu ditempa dalam waktu singkat namun padat. Selama dua bulan, Rafi berlatih intensif di bawah bimbingan Ustadz Rijali Fikri, seorang qori yang dikenal telaten dan disiplin. Latihan demi latihan dilalui dengan konsistensi di sela sekolah, di antara waktu mengaji, dan dalam sunyi doa.

Kemenangan ini terasa kian istimewa bila menengok perjalanan hidup Rafi. Sejak usia lima tahun, ia telah kehilangan ibunda tercinta. Namun kehilangan itu tidak memadamkan semangatnya. Justru dari situ, Rafi tumbuh dengan keteguhan menjadikan Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi pegangan hidup.

Bukan kali pertama Rafi mencatatkan prestasi emas. Dua tahun sebelumnya, pada OlympicAD ke VII di Bandung, ia juga meraih medali emas tilawah kategori SD/MI.

Konsistensi ini menegaskan bahwa capaian Rafi bukan kebetulan, melainkan buah dari proses panjang dan disiplin.

Kepala MTs Al Furqon, Zakiah, S.Pd, yang mendampingi langsung para siswa di Makassar, tak menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyebut performa Rafi nyaris sempurna.

“Di babak penyisihan, Rafi meraih nilai 97,5. Di final, nilainya hampir sempurna, 99,” ujarnya.

Menurut Zakiah, OlympicAD VIII mempertemukan peserta terbaik dari seluruh Indonesia, sehingga setiap penampilan menuntut fokus dan mental yang kuat.

Ia berharap prestasi Rafi menjadi pemantik semangat bagi siswa lain bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berani bermimpi dan berprestasi.(M.Irfani).

Apresiasi juga datang dari perwakilan Dikdasmen Muhammadiyah, Mukhtar. Ia menilai keberhasilan Rafi sebagai bukti komitmen sekolah dan organisasi dalam mendorong prestasi akademik maupun nonakademik.

“Ini memperkuat posisi sekolah-sekolah Muhammadiyah di Banjarmasin—SMK, MA, MTs, SMP, MI—sebagai lembaga yang aktif dan konsisten berkompetisi di tingkat nasional,” ujarnya.

Di balik medali emas itu, tersimpan pesan yang lebih dalam. Bahwa ketekunan, bimbingan yang tepat, dan doa yang tak putus mampu mengantarkan seorang anak Banua berdiri sejajar di panggung nasional. Rafi telah membuktikan: dari lantunan ayat-ayat suci, lahir prestasi yang mengharumkan daerah dan harapan bagi generasi berikutnya.(M.Irfani).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!