BI Kalsel Dorong Pemahaman Ekonomi Bagi Jurnalisme Ekonomi
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Aloysius Donanto bersamaAris Prasetyo Wakil Kepala Desk Ekonomi dan Bisnis KOMPAS saat Capacity Building Jurnalis 2026.(Foto - Olpah Sari).
Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan mendorong peningkatan kapasitas jurnalis melalui kegiatan pelatihan jurnalisme ekonomi yang membahas dinamika sektor perbankan dan perkembangan ekonomi terkini.
Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat pemahaman jurnalis terhadap isu-isu teknis agar dapat disajikan secara jernih kepada publik.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Aloysius Donanto mengatakan, perubahan yang cepat di bidang ekonomi dan bisnis menuntut jurnalis untuk terus memperbarui wawasan.
Tanpa pemahaman yang memadai, informasi mengenai kebijakan moneter, sistem keuangan, maupun industri perbankan berpotensi disampaikan secara parsial dan sulit dipahami masyarakat.
“Jurnalis berperan penting menjembatani kebijakan ekonomi dengan publik. Tantangannya adalah bagaimana isu yang rumit bisa ditulis lebih enak dibaca, akurat, dan tetap berimbang,” ujarnya dalam kegiatan Capacity Building Jurnalis 2026, Selasa (10/02/2026).

Pelatihan ini membahas sejumlah topik, antara lain perkembangan kebijakan Bank Indonesia, kondisi perbankan daerah, serta tantangan komunikasi ekonomi di era digital. Narasumber dari Bank Indonesia serta Aris Prasetyo Wakil Kepala Desk Ekonomi dan Bisnis di KOMPAS
Diskusi juga menyoroti pentingnya literasi data dan pemahaman konteks agar pemberitaan ekonomi tidak terjebak pada angka semata, tetapi mampu menjelaskan dampaknya bagi masyarakat.
Menurut dia, kualitas jurnalisme ekonomi akan berpengaruh langsung pada tingkat literasi publik. Pemberitaan yang berbasis data, memiliki kedalaman analisis, dan disampaikan dengan bahasa yang lugas dinilai mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap informasi ekonomi.
Kegiatan pelatihan tersebut diikuti jurnalis dari berbagai media cetak, daring, dan elektronik di Kalimantan Selatan. Selain sesi pemaparan materi, peserta juga terlibat dalam diskusi interaktif untuk membedah contoh pemberitaan ekonomi dan strategi menyederhanakan istilah teknis perbankan tanpa menghilangkan substansi.
“Ini Capacity Building Jurnalis 2026, keren banget, kami dapat ilmu dan pengetahuan yang luas tentang masalah ekonomi dan perbankan.Serta mendapat pemahaman tajam menulis yang rumit jadi renyah dibaca,” tutur Nanang, Jurnalis Shalokal Indonesia.
Bank Indonesia Kalsel berharap pelatihan ini dapat menjadi ruang pembelajaran berkelanjutan bagi jurnalis. Dengan kapasitas yang terus diperkuat, jurnalis diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan ekonomi yang informatif, kritis, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.(Olpah Sari).
