QRIS Makin Masif, Festival ANTASARI 2026 Percepat Ekonomi Digital Kalsel
Foto Ilustrasi AI - Sepanjang Januari hingga November 2025, volume transaksi QRIS di Kalimantan Selatan menembus sekitar 59 juta transaksi. (Foto - Redaksi Economic Travelling.Com).
Masifnya adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi pendorong utama percepatan ekonomi digital di Kalimantan Selatan.
Hal ini ditegaskan Bank Indonesia melalui Kick-Off Festival ANTASARI 2026 sebagai komitmen memperluas akseptasi pembayaran digital sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, menegaskan bahwa digitalisasi sistem pembayaran kini menjadi kebutuhan fundamental dalam perekonomian modern.
Transformasi digital tidak hanya mempermudah transaksi masyarakat, tetapi juga meningkatkan efisiensi ekonomi, transparansi, serta mendukung stabilitas sistem pembayaran.
“QRIS menjadi tulang punggung percepatan ekonomi digital. Sistem pembayaran yang cepat, aman, dan terintegrasi bukan hanya mendorong inklusi keuangan, tetapi juga berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pengendalian inflasi,” ujar Fadjar.
Sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, Bank Indonesia terus memperkuat sistem pembayaran yang terintegrasi, interoperable, dan saling terhubung. Penguatan ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sistem pembayaran di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi digital.
Di Kalimantan Selatan, akselerasi tersebut diwujudkan melalui kolaborasi erat antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), dan mitra strategis dalam mendorong perluasan akseptasi QRIS di berbagai sektor, mulai dari UMKM, pasar tradisional, layanan publik, hingga transaksi pemerintah daerah.

Sinergi ini tidak hanya mempercepat inklusi keuangan, tetapi juga meningkatkan transparansi transaksi dan efisiensi distribusi, yang pada akhirnya berdampak pada stabilitas harga.
Capaian digitalisasi daerah menunjukkan hasil yang solid. Berdasarkan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) 2025, seluruh Pemerintah Daerah di Kalimantan Selatan telah berada pada kategori Pemda Digital.
Elektronifikasi transaksi pemerintah daerah dinilai mampu memperkuat pengelolaan keuangan daerah yang lebih akuntabel, efektif, dan efisien, serta mendukung pengendalian inflasi daerah.
Prestasi tersebut diperkuat dengan diraihnya Kabupaten Tanah Laut sebagai TP2DD Terbaik Tingkat Kabupaten Wilayah Kalimantan pada ajang Championship TP2DD 2025, mencerminkan kuatnya komitmen daerah dalam memperluas digitalisasi transaksi pemerintah.
Dari sisi transaksi ritel, hingga November 2025 tercatat sekitar 524 ribu merchant QRIS dengan jumlah pengguna mencapai sekitar 790 ribu orang. Sepanjang Januari hingga November 2025, volume transaksi QRIS di Kalimantan Selatan menembus sekitar 59 juta transaksi. Angka ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran non-tunai yang cepat, aman, dan efisien.
Festival ANTASARI 2026, yang merupakan penyelenggaraan ke-6 sejak 2021, akan berlangsung sepanjang Januari hingga Desember 2026. Festival ini dirancang sebagai rangkaian kegiatan terintegrasi dan berkelanjutan, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara konsisten sepanjang tahun.
Rangkaian kegiatan meliputi kompetisi bagi PJP dan TP2DD, Banua QRIStival yang memadukan edukasi, promosi, dan hiburan, QRIS Jelajah Indonesia, serta Pekan QRIS Nasional yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Seluruh kegiatan diarahkan untuk memperluas literasi digital dan memperkuat budaya transaksi non-tunai di masyarakat.
Bank Indonesia juga menegaskan bahwa akselerasi pembayaran digital berjalan beriringan dengan penguatan sistem pembayaran tunai. Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, BI memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, layak edar, dan tepat waktu melalui program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 yang akan dilaksanakan pada Februari 2026.
Program SERAMBI menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran transaksi masyarakat, menstabilkan ekspektasi inflasi, serta memastikan distribusi uang Rupiah berjalan optimal di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
Melalui Festival ANTASARI 2026, Bank Indonesia berharap ekonomi digital di Kalimantan Selatan tidak hanya tumbuh dari sisi volume transaksi, tetapi juga mampu memperkuat stabilitas sistem pembayaran, ketahanan ekonomi daerah, serta daya saing ekonomi Banua, menjadikan Kalimantan Selatan sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Kalimantan.(Olpah Sari).
