MAFINDO Kalsel Latih Guru Banjarmasin Memahami Dasar dan Etika AI

0
PELATIHAN AI

Foto - Dok Humas MAFINDO Kalsel.

Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Kalimantan Selatan menggelar pelatihan AI Ready ASEAN di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat, Kamis (22/01/2026).

Kegiatan ini diikuti 25 guru dari berbagai jenjang pendidikan di Banjarmasin dan difokuskan pada peningkatan literasi serta pemahaman etika penggunaan kecerdasan buatan dalam pembelajaran.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program AI Ready ASEAN, kolaborasi ASEAN Foundation dan Google.org yang dilaksanakan di sepuluh negara Asia Tenggara.

Program ini menargetkan pembekalan keterampilan dasar kecerdasan buatan dan literasi digital bagi lebih dari 5,5 juta warga ASEAN. Di Indonesia, pelatihan dijalankan bersama sejumlah mitra pelaksana, salah satunya MAFINDO.

Selama kegiatan, peserta mengikuti tiga sesi utama, yaitu dasar-dasar kecerdasan buatan, penggunaan dan implementasi AI, serta etika, privasi, dan keamanan. Peserta juga diwajibkan mengakses Learning Management System melalui platform institute.mafindo.or.id sebagai bagian dari pembelajaran lanjutan dan syarat memperoleh sertifikat.

Koordinator Wilayah MAFINDO Kalimantan Selatan, Sri Astuty, mengatakan pemahaman AI menjadi kebutuhan bagi guru di tengah percepatan teknologi digital.

Menurut dia, AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran selama digunakan secara kritis dan bertanggung jawab.

“AI tidak menggantikan peran pendidik, tetapi dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Pelatihan berlangsung dengan diskusi dan tanya jawab antara peserta dan pemateri. Sejumlah guru menyampaikan bahwa pelatihan ini memberi pemahaman baru mengenai cara kerja AI serta risiko penyalahgunaan teknologi jika tidak disertai literasi yang memadai.

MAFINDO Kalimantan Selatan berharap pelatihan AI Ready ASEAN dapat menjangkau lebih banyak pendidik di daerah. Program ini diharapkan mendorong guru tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu mengelola dan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara etis dalam kegiatan belajar mengajar.(M.Irfani).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!