Muhidin Dorong Praja IPDN Siap Ditempatkan di Daerah Mana Pun
Foto - Dok Biro Adpim Kalsel.
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin mendorong Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Kalimantan Selatan untuk memiliki kesiapan mental dan komitmen pengabdian sebagai aparatur sipil negara, termasuk kesiapan ditempatkan di daerah mana pun sesuai kebutuhan negara.
Pesan tersebut disampaikan H. Muhidin saat menerima Praja Utama Tingkat IV Angkatan 33 IPDN dalam agenda silaturahmi dan dialog pengkaderan di kediamannya di Banjarmasin, Selasa (20/01/2026).
Menurut Gubernur, tantangan birokrasi daerah ke depan tidak hanya menuntut kecakapan teknis, tetapi juga kekuatan karakter. ASN, kata dia, harus hadir sebagai pelayan publik yang siap bekerja di berbagai kondisi, termasuk di wilayah dengan keterbatasan fasilitas dan tekanan kerja yang tinggi.
“Praja IPDN harus siap ditempatkan di mana saja. ASN itu bukan memilih daerah, tapi dipilih untuk melayani,” tegas H. Muhidin.
Ia menekankan bahwa kesiapan ditempatkan di seluruh wilayah merupakan bagian penting dari etos pengabdian ASN. Daerah-daerah membutuhkan figur birokrat yang tidak hanya cerdas secara administratif, tetapi juga memiliki empati dan keberanian untuk bekerja langsung di lapangan.
Didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan Selatan Noryadi, Gubernur juga menyoroti pentingnya sikap menghargai orang lain, rendah hati, dan loyal kepada pimpinan sebagai fondasi utama dalam birokrasi pemerintahan.
Menurutnya, loyalitas bukan berarti kehilangan daya kritis, tetapi memahami sistem, menghormati kepemimpinan, dan bekerja dalam satu garis kebijakan demi kepentingan masyarakat.
“Kalau karakter sudah kuat, ditempatkan di mana pun tidak akan jadi masalah. Justru di situlah nilai pengabdian diuji,” ujarnya.
Dalam konteks pengkaderan ASN daerah, H. Muhidin juga mendorong para praja IPDN asal Kalimantan Selatan untuk tetap menjaga kedekatan dengan daerah asal. Ia berharap para praja mengenali persoalan lokal, memahami karakter masyarakat, serta membangun komunikasi sejak dini dengan pemerintah daerah.
Ia bahkan berpesan agar para praja memanfaatkan masa cuti atau libur akademik untuk bersilaturahmi dengan kepala daerah di kabupaten atau kota asal, bukan sekadar sebagai formalitas, tetapi sebagai proses belajar memahami dinamika pemerintahan daerah.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur turut membagikan perjalanan kariernya sebagai refleksi proses panjang dalam pengabdian. Berawal dari guru olahraga, kemudian meniti karier sebagai anggota DPRD Kabupaten Tapin, DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Wali Kota Banjarmasin, Wakil Gubernur, hingga dipercaya memimpin Kalimantan Selatan.
Kisah tersebut disampaikan untuk menanamkan nilai bahwa kesuksesan dalam birokrasi dan pemerintahan tidak hadir secara instan, melainkan melalui proses, konsistensi, dan kesiapan mengabdi di berbagai posisi.
“Mulailah dari bawah dengan sungguh-sungguh. Jangan pilih-pilih tempat tugas. Jika integritas dijaga dan kerja dilakukan dengan ikhlas, kepercayaan akan datang,” kata H. Muhidin.
Kehadiran Praja IPDN ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menyiapkan regenerasi ASN daerah yang berkarakter, memahami konteks lokal, dan siap menghadapi tantangan pembangunan daerah ke depan.(Olpah Sari).
