Pariwisata Dalam Kacamata Antonius Panggabean
Foto - Anton sedang membawa dua wisatawan Eropa menyusuri Sungai Martapura.
Perjalanan Antonius Panggabean di dunia pariwisata bukanlah kisah yang lahir dari kenyamanan. Ia tidak berasal dari Kalimantan, tidak pula memulai karier dari perusahaan besar atau jaringan wisata mapan. Justru dari langkah paling dasar,sebagai tour guide lepas dan mandiri, yang menanamkan kecintaannya pada tanah Borneo.
Di masa awal, memperkenalkan wisata Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, bukanlah perkara mudah. Infrastruktur terbatas, akses yang menantang, dan minimnya promosi menjadi keseharian yang harus dihadapi. Namun semua itu tidak menyurutkan niatnya. Ada keyakinan kuat dalam dirinya bahwa Kalimantan menyimpan keindahan yang layak dikenal dunia.
Padahal, dengan latar belakang dan kapasitas yang dimilikinya, Antonius bisa saja memilih jalan yang lebih aman,menjadi pengajar atau menekuni profesi profesional lain. Namun jiwa petualang yang ia miliki, ditambah kegemarannya pada film-film Jackie Chan dan kisah petualangan, justru menuntunnya mengambil jalan yang tidak lazim. terjun sepenuhnya ke industri pariwisata.

Keputusan itu bukan didorong oleh materi. Bagi Antonius, ada kepuasan batin yang tak ternilai saat melihat wisatawan terpukau oleh bentang alam, budaya, dan keramahan Kalimantan. Ia menemukan makna hidup ketika bisa menjadi jembatan antara destinasi dan manusia dari berbagai penjuru dunia.
Dengan keahlian khusus sebagai tour guide berbahasa Jerman, Antonius menjadi salah satu pemandu yang konsisten membawa wisatawan mancanegara menjelajahi hutan, sungai, pegunungan, hingga kehidupan budaya masyarakat lokal Kalimantan.
Dedikasi panjang itu membuatnya dipercaya menduduki berbagai posisi strategis, termasuk Ketua DPD PHPI Kalimantan Selatan, sebelum akhirnya kini menjabat sebagai Ketua ASTINDO Kalimantan Selatan.
Bagi Antonius, pariwisata bukan sekadar industri, melainkan ruang perjuangan, tentang keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat lokal, dan identitas daerah.
Pandangan itulah yang ia tuangkan secara terbuka dalam wawancara khusus bersama Tim EconomicTravelling.com, dalam sesi Economic Travelling Speak Up edisi perdana.
Dalam dialog tersebut, Antonius berbicara jujur tentang masa depan pariwisata, peluang besar Kalimantan di mata dunia, sekaligus tantangan nyata yang harus dihadapi bersama, mulai dari kualitas SDM, promosi berkelanjutan, hingga sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah.
Dari seorang tour guide lepas hingga pemimpin organisasi pariwisata, kisah Antonius Panggabean adalah bukti bahwa cinta pada daerah tidak selalu lahir dari darah, tetapi dari keberanian untuk memilih jalan sunyi dan kesetiaan untuk terus berjalan.(Muhammad Irfani).
