Pemprov Kalsel Kembali Kirim Relawan Tagana ke Sumatera Barat
Relawan Tagana Kalsel diberangkatkan bersama tiga personel Satuan Tugas Pramuka Peduli Kwarda Kalimantan Selatan sebelum bertolak ke Padang. (Foto- H Achmadi).
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial Provinsi Kalsel kembali mengirimkan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke wilayah terdampak banjir di Sumatera Barat. Pengiriman relawan dilakukan Kamis (18/12/2025).
Sebanyak lima orang relawan Tagana Kalsel diberangkatkan bersama tiga personel Satuan Tugas Pramuka Peduli Kwarda Kalimantan Selatan. Tim relawan ini akan bertugas selama 10 hari di lokasi bencana.Kamis pagi ini tim ini pun berangkat dari Bandara Syamsudin Noor menuju Jakarta untuk transit dan selanjutnya di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng langsung terbang ke Sumatera.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Penanggulangan Bencana (PB) Dinas Sosial Provinsi Kalsel, H. Achmadi, yang juga bertindak sebagai pimpinan tim, mengatakan bahwa kehadiran relawan difokuskan pada dukungan pemulihan pascabencana.

“Tim kami bertugas membantu pembuatan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak, melakukan penatausahaan logistik, serta menyiapkan dan mendistribusikan bantuan kebutuhan dasar dan logistik,” ujar H. Achmadi kepada Economic Travelling.Com, di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, di Banjarbaru, Kamis (18/12/2025).
Menurutnya, pengiriman relawan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kepada masyarakat Sumatera Barat yang terdampak bencana banjir. Selain dukungan tenaga di lapangan, kehadiran Tagana dan Pramuka Peduli juga diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan bagi warga terdampak.
Achmadi menegaskan, para relawan telah dibekali kesiapan fisik dan mental untuk bekerja di lapangan dengan berbagai keterbatasan.
“Kami berharap kehadiran tim ini dapat memberikan manfaat langsung dan meringankan beban masyarakat yang terdampak,” katanya.
Pemprov Kalsel melalui Dinsos Kalsel terus berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam upaya penanggulangan bencana, tidak hanya di wilayah Kalimantan Selatan, tetapi juga di daerah lain sebagai wujud solidaritas kemanusiaan.(Olpah Sari).

